GORONTALO — Pemerintah Provinsi Gorontalo tengah mengajukan proposal pendanaan ke pemerintah pusat untuk merealisasikan perbaikan permanen ruas Jalan Sapta Marga. Jalur ini menjadi perhatian serius setelah longsor terjadi di beberapa titik, mengancam keselamatan pengguna jalan dan aktivitas ekonomi warga.
Kondisi tebing di sepanjang Jalan Sapta Marga dinilai rawan mengalami longsor susulan, terutama saat intensitas hujan tinggi. Pemerintah provinsi menilai penanganan sementara tidak lagi cukup untuk menjamin keselamatan pengguna jalan dalam jangka panjang.
"Kami sudah mengusulkan perbaikan permanen melalui mekanisme APBN. Ini penting agar infrastruktur jalan bisa kembali berfungsi optimal dan risiko longsor susulan bisa diminimalkan," ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Gorontalo.
Usulan perbaikan Jalan Sapta Marga masuk dalam daftar prioritas pembangunan infrastruktur daerah yang dibiayai oleh pemerintah pusat. Pemprov Gorontalo berharap proses persetujuan anggaran dapat dipercepat agar pengerjaan fisik bisa dimulai pada tahun anggaran mendatang.
Jika disetujui, perbaikan permanen akan mencakup penanganan tebing longsor, perkuatan struktur jalan, serta normalisasi saluran drainase di sepanjang ruas terdampak. Langkah ini dinilai krusial mengingat Jalan Sapta Marga merupakan akses utama bagi distribusi barang dan jasa antarwilayah di Gorontalo.
Longsor yang terjadi sebelumnya sempat memutus akses jalan dan menghambat mobilitas warga. Pemprov telah melakukan penanganan darurat, seperti pembersihan material longsor dan pemasangan rambu peringatan di titik-titik rawan. Namun, solusi permanen tetap menjadi prioritas untuk mencegah bencana serupa di masa depan.
Masyarakat sekitar berharap usulan pendanaan segera direalisasikan. "Kami khawatir setiap kali hujan deras, jalan ini bisa longsor lagi. Semoga tahun depan sudah ada perbaikan permanen," ujar seorang warga pengguna jalan.