TELAGA JAYA — Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie meninjau sejumlah rumah warga di Desa Bunggalo, Kecamatan Telaga Jaya yang akan dijadikan homestay bagi peserta PENAS Tani dan Nelayan XVII. Dalam kunjungan tersebut, Idah menyoroti satu rumah yang dinilai sangat layak karena memiliki empat kamar berukuran besar, jauh melebihi kebutuhan standar delapan orang per rumah.
Idah mengapresiasi kondisi rumah yang dikunjungi, meskipun belum ditempeli stiker resmi PENAS. Menurutnya, ruang yang luas memungkinkan peserta dari kalangan petani dan nelayan untuk tetap tinggal satu kelompok dalam satu lokasi.
"Ruangnya luas, kamarnya besar-besar. Ada empat kamar, sementara targetnya hanya delapan orang per rumah. Bahkan bisa menampung lebih banyak karena biasanya peserta datang secara berkelompok dan ingin tetap berada dalam satu lokasi," ujar Idah saat peninjauan.
Selain kelayakan bangunan, Wagub mengingatkan pemilik rumah untuk menjaga kebersihan dan mengamankan barang-barang yang berpotensi rusak selama ditempati. Idah juga menekankan pentingnya peran tuan rumah dalam memberikan pelayanan informasi kepada tamu.
"Keramahtamahan sangat penting karena kita adalah tuan rumah. Pemilik rumah perlu mengetahui informasi dasar seperti lokasi wisata, rumah sakit, puskesmas, maupun nomor layanan darurat. Hal-hal seperti ini akan sangat membantu peserta," katanya.
Pemerintah Provinsi Gorontalo bersama Pemkab Gorontalo telah memetakan sekitar 5.000 unit homestay untuk mengakomodasi peserta PENAS XVII. Hingga saat ini, jumlah pendaftar terus bertambah, sehingga pemetaan rumah warga yang berpotensi dijadikan lokasi menginap masih terus dilakukan.
Usai mengecek homestay, Idah bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura Provinsi Gorontalo Mulyadi Mario melanjutkan peninjauan ke lokasi Gelar Teknologi Pertanian PENAS XVII di Kelurahan Hepuhulawa, Kecamatan Limboto. Peninjauan ini untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana lokasi utama yang akan menjadi pusat kegiatan pada 20-25 Juni mendatang.