GORONTALO — Keputusan mendadak FIFA melarang botol minum plastik transparan isi ulang di seluruh stadion Piala Dunia 2026 memicu kemarahan kelompok penggemar sepak bola global. Padahal, sebelumnya badan sepak bola dunia itu menyatakan botol kosong jenis tersebut diperbolehkan. Pembalikan kebijakan (U-turn) ini diumumkan dengan alasan keamanan—untuk mencegah cedera pada pemain dan penonton.
FIFA beralasan larangan ini demi "keselamatan dan keamanan semua pihak yang terlibat". Dalam pernyataan sebelumnya, FIFA menegaskan komitmennya melindungi kesehatan pemain, wasit, dan suporter, serta menyebut botol dari luar sudah dilarang di beberapa venue untuk pertimbangan keamanan.
Namun, argumen ini langsung mendapat sorotan tajam. Ronan Evain, Direktur Eksekutif Football Supporters Europe (FSE), meragukan validitas alasan tersebut. "Jika mereka mengizinkan tahun lalu dan awalnya untuk turnamen ini, saya sulit percaya argumen keamanan itu," ujarnya.
Kekhawatiran utama adalah dampak larangan ini terhadap kesehatan penonton di stadion yang diprediksi bersuhu sangat panas. Evain menyebut situasi ini sebagai "risiko kesehatan nyata". Ia memperingatkan semakin sulit akses air, semakin tinggi risiko orang terkena sengatan panas dan dehidrasi parah.
"Di Eropa, kita melihat orang-orang pingsan di tribun karena heatstroke semakin sering. Ini soal matematika sederhana," tegas Evain. Ia menambahkan, "Sangat tidak bermoral mencari untung dari air dalam situasi ketika kesehatan orang terancam. Saya merasa ini menjijikkan." Belum ada kejelasan berapa harga jual air minum di dalam stadion, karena FIFA belum merilis daftar harga.
Kebijakan ini kontras dengan Piala Dunia Antarklub 2025 di AS musim panas lalu yang justru mengizinkan botol serupa. FIFA awalnya berencana menerapkan aturan yang sama untuk Piala Dunia 2026 yang digelar di AS, Meksiko, dan Kanada. Pembalikan sikap ini memicu tuduhan bahwa FIFA lebih mementingkan keuntungan komersial.
"Ini menunjukkan prioritasnya lagi-lagi menghasilkan pendapatan," kata Evain. Kelompok suporter Inggris, Free Lions, menyindir di media sosial: "Langkah selanjutnya apa? Tabir surya dilarang dan penonton dipaksa beli di stadion? Untuk semua upaya yang dilakukan dengan 'drinks break' bagi pemain, ini perubahan yang sangat aneh dan mendadak."