KOTA GORONTALO — Suasana haru dan bangga terlihat dalam acara penamatan siswa RA Annajmuz Shagir di Kota Gorontalo. Dari total 76 peserta didik yang terdaftar di lembaga pendidikan anak usia dini tersebut, sebanyak 52 siswa dinyatakan lulus pada Tahun Ajaran 2025/2026.
Kepala RA Annajmuz Shagir, Isfan Mohamad, mengungkapkan bahwa jumlah lulusan tahun ini menunjukkan tren positif. Ia menyebutkan bahwa perkembangan lembaga tidak hanya terlihat dari kuantitas siswa, tetapi juga dari peningkatan sarana dan prasarana pendidikan.
Salah satu capaian signifikan yang diraih sekolah adalah kelengkapan fasilitas penunjang kegiatan. Melalui proses akreditasi tahun ini, RA Annajmuz Shagir kini memiliki panggung pertemuan, pagar sekolah, serta sistem pengeras suara (sound system) sendiri.
"Fasilitas ini kami bangun untuk menunjang berbagai kegiatan pembelajaran dan pengembangan bakat siswa," ujar Isfan Mohamad. Keberadaan panggung permanen di lingkungan sekolah dinilai menjadi modal penting dalam menggelar kegiatan seni dan budaya secara lebih maksimal ke depannya.
Puncak acara Haflah Akhirussanah diisi dengan penampilan para siswa yang mengenakan beragam busana adat dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka tampil percaya diri membawakan tarian tradisional di hadapan orang tua, guru, dan tamu undangan.
Penampilan tersebut bukan sekadar hiburan. Pihak sekolah sengaja merancangnya sebagai sarana pembelajaran karakter bagi anak usia dini. Melalui kegiatan seni dan budaya, para siswa diajak untuk mengenal, mencintai, dan melestarikan kekayaan budaya Indonesia sejak usia dini. Setiap gerakan tari yang ditunjukkan mendapat tepuk tangan meriah dari para hadirin.
Untuk memastikan kesinambungan pendidikan para lulusan, RA Annajmuz Shagir tengah menyiapkan langkah strategis. Isfan Mohamad mengungkapkan bahwa pihak sekolah berencana menjalin kerja sama dengan MIN 1 Kota Gorontalo.
"Kami ingin memperkuat jalur pendidikan bagi anak-anak yang akan melanjutkan ke jenjang berikutnya," katanya. Ia berharap seluruh siswa yang telah menyelesaikan pendidikan di tingkat Raudhatul Athfal dapat tumbuh menjadi generasi yang sukses, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Apresiasi datang dari Pengawas RA, Farida Ali Halalutu, yang menilai perkembangan RA Annajmuz Shagir semakin positif. Menurutnya, tingginya minat orang tua untuk menyekolahkan anak-anak mereka di lembaga tersebut menjadi indikator bahwa kualitas pendidikan yang diberikan semakin diakui publik.
"Ini bukti bahwa masyarakat mulai percaya pada proses pembelajaran dan pengelolaan manajemen sekolah," ujar Farida. Ia berharap capaian ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang.