Gempa Susulan M 6,0 Guncang Laut Sulawesi, Warga Gorontalo Utara Evakuasi Mandiri dan Sekolah Dipulangkan

Penulis: Ragil  •  Senin, 08 Juni 2026 | 14:58:31 WIB
Warga Dusun Pelabuhan, Desa Katialada, evakuasi mandiri pasca gempa magnitudo 6,0 di Laut Sulawesi.

GORONTALO — Kepanikan sempat melanda warga Dusun Pelabuhan, Desa Katialada, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara, setelah gempa bumi susulan magnitudo 6,0 mengguncang wilayah Laut Sulawesi. Guncangan yang terjadi pada Senin pagi sekitar pukul 07.55 WITA itu membuat sejumlah warga yang beraktivitas di pesisir langsung menghentikan kegiatannya.

"Saya sempat merasa pusing dan khawatir, apalagi ada peringatan tsunami. Aktivitas jualan saya hentikan sejenak untuk berdoa," ujar Hamid Rauf, seorang penjual ikan keliling di wilayah tersebut.

Peringatan Dini Tsunami Masih Berlaku, Warga Tak Menunggu Instruksi

Kepala Stasiun Geofisika Gorontalo, Dr. Andri Wijaya, menyampaikan bahwa pusat gempa berada di sekitar Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Hingga saat ini, status peringatan dini tsunami masih berada pada level Peringatan Dini (PD) 3 dan terus dimutakhirkan.

Mengetahui status siaga tersebut, warga pesisir di Kwandang tidak menunggu instruksi lebih lanjut dari pemerintah. Mereka berangsur-angsur melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman tanpa disertai kepanikan berlebihan.

"Kami terus memantau kondisi air laut di Pelabuhan Kwandang. Informasi soal status tsunami sudah cukup membuat kami segera bergerak," kata Iskandar, warga setempat.

Bel Sekolah Dibunyikan, Ratusan Siswa Dipulangkan

Dampak gempa dan kekhawatiran akan gelombang susulan juga terasa di lingkungan pendidikan. SMA Negeri 1 Gorontalo Utara mengambil langkah cepat dengan memulangkan seluruh siswa.

Ervina, seorang guru di sekolah tersebut, menjelaskan bahwa keputusan itu diambil setelah banyak orang tua menghubungi wali kelas untuk menanyakan kondisi anak-anak mereka. "Bel panjang sudah dibunyikan sebagai tanda anak-anak boleh pulang. Situasi di sekolah sebenarnya kondusif, tapi kami utamakan keselamatan," terang Ervina.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai korban jiwa atau kerusakan bangunan signifikan akibat gempa susulan tersebut. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi gempa bumi susulan dan tidak terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Reporter: Ragil
Sumber: gorontalo.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top