GORONTALO — Zepp Health memperkenalkan lini terbaru smartwatch-nya, Amazfit Balance 3 dan Balance Ultra, yang diklaim menjadi penerus seri Balance sebelumnya. Kedua perangkat ini membawa peningkatan pada efisiensi daya, di mana produsen menjanjikan masa pakai baterai hingga 30 hari dalam mode hemat daya. Fokus utama pengembangan kali ini adalah integrasi sistem operasi Zepp OS versi terbaru yang lebih ringan namun tetap kaya fitur.
Amazfit Balance 3 masih mempertahankan desain layar AMOLED berbentuk lingkaran dengan tingkat kecerahan yang ditingkatkan. Layar ini dirancang agar tetap terbaca meskipun di bawah sinar matahari langsung. Sementara itu, varian Ultra menawarkan peningkatan signifikan pada material bodi menggunakan paduan titanium yang ringan namun kokoh.
Kedua varian dibekali sensor BioTracker terbaru untuk memantau detak jantung, kadar oksigen darah (SpO2), dan tingkat stres dengan akurasi tinggi. Sistem GPS dual-band hanya tersedia di varian Ultra, memberikan presisi lebih bagi pengguna yang sering beraktivitas luar ruang.
Salah satu fitur andalan seri ini adalah Zepp Coach AI, pelatih kebugaran berbasis kecerdasan buatan yang memberikan saran latihan berdasarkan skor kesiapan tubuh pengguna. Fitur ini bekerja bersama sensor BioTracker untuk memberikan rekomendasi yang personal.
Daya tahan baterai menjadi nilai jual utama. Optimalisasi mendalam pada mode hemat daya memungkinkan smartwatch ini bertahan hingga satu bulan penuh. Pengguna tidak perlu sering mencari pengisi daya, menjadikannya pilihan praktis untuk pemakaian harian.
Perbedaan paling mencolok antara kedua varian terletak pada material dan ketahanan. Varian standar lebih ditujukan untuk penggunaan harian yang elegan dan fungsional. Sedangkan varian Ultra dirancang bagi pengguna profesional yang membutuhkan ketahanan fisik ekstra, termasuk untuk menyelam atau aktivitas berat lainnya.
Pemilihan material Titanium Grade 5 pada varian Ultra memberikan perlindungan maksimal bagi komponen internal jam tangan. Fitur GPS dual-band yang lebih presisi juga menjadi pembeda utama, sangat berguna bagi mereka yang sering melakukan aktivitas luar ruang ekstrem.
Hingga saat ini, data harga resmi untuk wilayah Indonesia masih dalam tahap validasi oleh distributor lokal. Penggemar Amazfit di tanah air perlu menunggu pengumuman resmi mengenai ketersediaan stok.
Berdasarkan tren peluncuran pasar global sebelumnya, berikut estimasi harga berdasarkan nilai tukar Rupiah yang berlaku saat ini:
Selisih harga yang cukup jauh antara versi standar dan Ultra sebanding dengan durabilitas dan material premium yang ditawarkan.
Salah satu nilai tambah utama seri ini adalah daya tahan baterai yang luar biasa di kelas smartwatch modern. Ekosistem Zepp OS yang semakin matang juga mendukung banyak aplikasi dari pihak ketiga yang bermanfaat.
Namun, pengguna perlu mempertimbangkan apakah fitur seperti GPS dual-band dan bodi titanium benar-benar diperlukan. Varian standar sudah cukup untuk pemantauan kesehatan dan notifikasi harian, sementara varian Ultra lebih cocok untuk pengguna dengan aktivitas luar ruang intensif.
Amazfit Balance 3 dan Ultra menawarkan keseimbangan antara produktivitas dan pemantauan kesehatan dengan daya tahan baterai yang menjadi standar baru. Bagi pengguna yang mengutamakan efisiensi daya tanpa mengorbankan fitur kesehatan, kedua perangkat ini layak dipertimbangkan.