Film Cek Khodam Siap Tayang: Kisah Tiga Sahabat Pembuat Konten Mistis yang Justru Lebih Takut Cicilan daripada Hantu

Penulis: Ragil  •  Selasa, 09 Juni 2026 | 13:12:01 WIB
Tiga sahabat pembuat konten mistis menghadapi dunia gaib dalam film Cek Khodam.

GORONTALO — Dee Company merilis film komedi horor terbaru berjudul Cek Khodam yang mengangkat fenomena konten mistis yang belakangan ramai menjadi hiburan masyarakat, terutama di ruang digital. Film ini menyajikan premis yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, di mana ketakutan manusia modern lebih besar terhadap masalah finansial ketimbang hantu.

Mengapa hantu justru jadi bahan tertawaan?

"Dunia gaib yang dulu dianggap menyeramkan kini berubah menjadi bahan tontonan dan candaan," demikian disampaikan Dee Company dalam siaran resmi yang diterima di Jakarta, Senin. Film Cek Khodam menggambarkan kondisi manusia masa kini yang justru lebih takut pada dompet kosong, cicilan menunggak, dan tanggal tua dibandingkan sosok hantu.

Siapa saja pemain film Cek Khodam?

Cerita film ini mengikuti tiga sahabat, yakni Sakti, Wira, dan Bima. Sakti diperankan oleh Jirayut, Wira diperankan Saputra Kori, sementara Bima diperankan Benidictus Siregar. Mereka membuat konten Cek Khodam yang tanpa disadari membawa dampak besar bagi dunia gaib.

Selain ketiganya, film ini turut dibintangi Kak Gem, Tante Lala, Angie Williams, Fahira Almira, Roewina Umboh, dan Fanny Fadillah. Film ini diproduseri oleh Dheeraj Kalwani dan disutradarai Jeropoint, yang juga terlibat sebagai penulis bersama Sandikagusti dan Shintapuji.

Konten digital bikin angka ketakutan manusia turun drastis

Konten yang mereka buat membuat AKM atau Angka Ketakutan Manusia turun drastis. Keadaan itu membuat dunia gaib merasa kehilangan wibawa. Para hantu dan khodam tidak lagi ditakuti seperti dulu, melainkan diperlakukan sebagai hiburan yang bisa ditertawakan.

Situasi tersebut membuat Panglima Khodam turun langsung ke dunia manusia. Ia mendapat tugas untuk mengembalikan martabat dunia gaib sekaligus menaikkan kembali angka ketakutan manusia terhadap makhluk tak kasatmata. Namun, misi itu justru berubah menjadi rangkaian kekacauan.

Semakin keras menakuti, semakin kacau situasinya

"Semakin keras para khodam berusaha menakuti manusia, semakin kacau pula situasi yang mereka ciptakan," tulis Dee Company. Dari titik inilah unsur komedi dalam film Cek Khodam dibangun. Film ini tidak hanya bermain pada unsur horor, tetapi juga menyoroti perubahan cara manusia melihat hal mistis.

Ketika hantu tidak lagi menjadi sumber ketakutan utama, dunia gaib harus berhadapan dengan realitas baru yang jauh lebih absurd. Melalui Cek Khodam, Dee Company menghadirkan komedi horor yang relevan dengan budaya digital hari ini.

"Film ini menawarkan cerita tentang dunia gaib yang berusaha kembali ditakuti, tetapi harus menghadapi manusia modern yang sudah terlalu sibuk bertahan dari masalah hidupnya sendiri," tulis Dee Company.

Reporter: Ragil
Sumber: gorontalo.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top