Ceria Corp Tanam Ribuan Pohon di Lahan Pascatambang, Targetkan Pemulihan 199 Hektare Lebih

Penulis: Yasir  •  Selasa, 09 Juni 2026 | 21:15:02 WIB
Ceria Corp menanam ribuan pohon di lahan pascatambang untuk memulihkan 199 hektare lebih.

GORONTALO — Program Green Legacy mengusung tema "Satu Pohon, Satu Warisan, Satu Komitmen". Setiap pohon yang ditanam berasal dari nursery perusahaan dan ditempatkan di titik-titik yang telah ditentukan berdasarkan rencana pengelolaan lingkungan.

Yang menarik, setiap pohon akan terdokumentasi secara digital. Data seperti identitas penanam, jenis tanaman, tanggal penanaman, hingga koordinat lokasi tersimpan dalam sistem perusahaan. "Kami bisa memantau pertumbuhan dan tingkat keberhasilan tanaman secara real-time," ujar Manager Environmental PT Ceria Nugraha Indotama, Akramakum Ramli.

Informasi ini nantinya diintegrasikan ke dalam sistem Go Mine sebagai database revegetasi perusahaan. Data tersebut juga menjadi bahan pelaporan kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara.

Bukan Sekadar Menanam, tapi Warisan untuk Generasi Mendatang

Direktur Utama PT Ceria Nugraha Indotama, Abdul Haris Tatang, menegaskan bahwa Green Legacy dirancang untuk menghubungkan setiap individu dengan upaya pemulihan lingkungan. "Setiap pohon yang ditanam akan menjadi bagian dari sejarah yang kita tulis bersama. Green Legacy menjadi pengingat bahwa setiap Insan Ceria memiliki kontribusi dalam mewujudkan masa depan yang lebih hijau," katanya dalam keterangan resmi, Selasa (9/6).

Program ini juga selaras dengan agenda global Sustainable Development Goals (SDGs). Head of Sustainability & Corporate Management System Ceria Corp, Krishna Ismaputa, menjelaskan bahwa kegiatan ini mendukung SDGs 13 tentang aksi iklim, SDGs 14 tentang perlindungan ekosistem perairan, dan SDGs 15 tentang pemulihan ekosistem daratan.

Melampaui Kewajiban Regulasi

Capaian revegetasi seluas 199,64 hektare menunjukkan bahwa Ceria tidak sekadar memenuhi kewajiban. Perusahaan telah menerapkan prinsip Good Mining Practice dan mengintegrasikan aspek Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam seluruh operasional.

Kegiatan ini dihadiri oleh ratusan peserta, mulai dari jajaran manajemen, karyawan, perwakilan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, hingga mitra kerja. Pelaksanaannya juga didasarkan pada dua mandat resmi pemerintah: Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup Nomor 9 Tahun 2026 dan Surat Edaran Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Nomor 6.E/MB.07/DBT.PL/2026.

"Karena pada akhirnya, menjaga bumi bukan sekadar kewajiban, melainkan tanggung jawab bersama yang harus diwariskan dari generasi ke generasi," ungkap Manager Sustainability Ceria Corp, Ajron Adhiema.

Reporter: Yasir
Sumber: tambang.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top