Presiden Prabowo Buka Munas HIPMI, Serukan Nasionalisme sebagai Syarat Mutlak Pertumbuhan Ekonomi

Penulis: Fajar  •  Rabu, 10 Juni 2026 | 20:31:31 WIB
Presiden Prabowo membuka Munas XVIII HIPMI dengan pemukulan alat musik tradisional Lampung.

GORONTALO — Pembukaan Munas XVIII HIPMI berlangsung di Kota Bandar Lampung. Presiden Prabowo Subianto tiba didampingi jajaran pengurus pusat dan calon ketua umum BPP HIPMI. Peresmian ditandai dengan pemukulan alat musik tradisional Lampung.

"Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada hari ini, Rabu, 10 Juni 2026, saya Prabowo Subianto, dengan ini secara resmi saya buka Musyawarah Nasional ke-XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia," ucap Presiden dalam sambutannya.

Nasionalisme Bukan Sekadar Retorika, tapi Prasyarat Ekonomi

Prabowo tidak sekadar meresmikan forum. Ia menyampaikan pidato yang secara eksplisit mengoreksi asumsi bahwa kapitalisme dan globalisasi bisa berjalan tanpa fondasi kebangsaan. Menurutnya, bahkan para pencetus kapitalisme klasik pun mengakui hal itu.

"Sebenarnya tidak ada kemajuan suatu bangsa tanpa nasionalisme, sudah tidak ada. Bahkan, Mbah-mbahnya kapitalisme, guru-guru kapitalisme sekalipun mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi hanya bisa datang dengan nasionalisme," ujar Prabowo.

Pernyataan ini menjadi sinyal bahwa pemerintah di bawah kepemimpinannya akan mendorong kebijakan ekonomi yang berorientasi pada kepentingan domestik dan kemandirian nasional, bukan sekadar membuka keran investasi asing tanpa filter.

HIPMI: Dari Seremoni ke Kedaulatan Ekonomi

Ketua Umum BPP HIPMI, Akbar Himawan Buchar, dalam laporannya mengingatkan warisan pemikiran Prof. Sumitro Djojohadikusumo. Ia mengutip peringatan bahwa kemerdekaan tanpa kemandirian ekonomi hanyalah seremoni belaka.

"Kita tidak ingin kemerdekaan kita hanya sekadar seremoni. Oleh karena itu, Munas ini menjadi ajang bagi HIPMI untuk merumuskan kontribusi nyata, memastikan Indonesia tidak hanya merdeka secara politik, tapi juga berdaulat secara ekonomi," ujar Akbar.

Pernyataan itu menempatkan Munas XVIII bukan sekadar ajang suksesi atau silaturahmi tahunan. HIPMI, yang selama ini dikenal sebagai kaderisasi pengusaha muda, kini didorong menjadi aktor dalam proyek kemandirian ekonomi nasional.

Momen Politik di Tengah Sirkulasi Kekuasaan

Pembukaan Munas ini berlangsung di tengah dinamika politik yang masih panas. Beberapa berita terkait yang muncul bersamaan di laman yang sama menunjukkan situasi yang tidak tenang: KPK kembali menggelar operasi tangkap tangan terhadap lima ASN BPK, dan Menteri Pariwisata disebut-sebut layak diganti karena dianggap tidak memiliki sense of crisis.

Kehadiran Presiden langsung di forum HIPMI bisa dibaca sebagai upaya mengonsolidasi dukungan dari kalangan pengusaha muda di tengah gejolak kabinet dan penegakan hukum yang tengah berjalan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari istana mengenai isu perombakan kabinet. Namun, pidato Prabowo di hadapan pengusaha muda memberikan isyarat bahwa prioritas pemerintah saat ini adalah memperkuat fondasi ekonomi dari dalam, bukan sekadar mengejar pertumbuhan angka.

Reporter: Fajar
Back to top