GORONTALO — Pertumbuhan ekonomi Gorontalo sebesar 7,68 persen pada triwulan I 2026 menjadi sinyal positif bagi iklim investasi dan perputaran uang di daerah. Data BPS menunjukkan capaian itu hanya berada di bawah Sulawesi Tengah (8,32 persen), Nusa Tenggara Barat (13,64 persen), dan Maluku Utara (19,64 persen).
Menurut Jubir Pemprov Gorontalo Mohamad Trizal Entengo, pertumbuhan ini bukan sekadar angka statistik. “Itu mengindikasikan bahwa iklim investasi tumbuh, perputaran uang semakin baik dan penerimaan negara semakin besar,” ujarnya, Senin (11/5/2026).
Salah satu pendorong utama pertumbuhan adalah sektor pertambangan yang sebelumnya belum memberikan kontribusi signifikan. Trizal mencontohkan Perusahaan Pani Gold di Kabupaten Pohuwato yang sudah memasuki tahap produksi.
“Pada tahap perdana sudah menyumbang sekitar Rp12 miliar ke pemerintah provinsi. Belum bicara penerimaan oleh pemerintah pusat dan kabupaten/kota,” kata Trizal.
Di sektor pertanian, kesejahteraan petani juga menunjukkan perbaikan. Nilai tukar petani tercatat di angka 120,24 poin, sementara inflasi tahunan relatif terkendali pada level 2,60 persen secara year-on-year.
Pencapaian ini disebut Trizal sebagai hasil kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI/Polri, instansi vertikal, perbankan, dan swasta. Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail berharap koordinasi yang baik dapat terus terjaga untuk mewujudkan visi Gorontalo Maju dan Sejahtera.