GORONTALO — Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengungkapkan, proses balancing yang selesai pada pekan ini menjadi titik penentu dalam rangkaian perbaikan generator. Hasil pengujian menunjukkan performa rotor dan kompresor melampaui target teknis yang ditetapkan.
"Hasil pengujian bahkan menunjukkan capaian yang lebih baik, yakni berada pada kisaran 0,03 hingga 0,04 milimeter. Ini menandakan bahwa tahapan kritis perbaikan telah berhasil dilewati dan dapat dinyatakan selesai," ujar Djoko dalam keterangannya, Jumat (12/6).
Tahapan selanjutnya adalah pengiriman peralatan dari workshop PT Sulzer di Purwakarta, Jawa Barat, menuju lokasi operasi MCTN di Riau. Petugas dari ASDP dijadwalkan melakukan pengukuran dimensi rotor dan kompresor pada hari ini sebagai syarat penerbitan izin angkutan darat dan laut.
"Besok petugas ASDP akan melakukan pengukuran dimensi rotor dan kompresor yang akan dipacking untuk memastikan seluruh persyaratan perizinan angkutan darat maupun laut dapat dipenuhi," jelas Djoko.
Sembari menunggu izin angkut terbit, PT Sulzer mengerjakan finishing touch: pemolesan poros rotor dan kompresor, pembersihan blade, hingga sterilisasi menggunakan nitrogen (N2). Peralatan kemudian dikemas secara vakum untuk menjaga kualitas selama perjalanan menggunakan kapal Ro-Ro.
SKK Migas memberikan perhatian khusus pada percepatan perbaikan ini karena pembangkit MCTN berkapasitas 100 MW menjadi sumber tenaga utama bagi pompa-pompa angguk listrik di Wilayah Kerja Rokan. Ketika turbin terganggu, sejumlah sumur minyak otomatis berhenti berproduksi.
Djoko menegaskan, meskipun pengawasan teknis sehari-hari merupakan tugas Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan serta Migas, SKK Migas turun tangan memonitor perkembangan setiap hari. "Pembangkit listrik berkapasitas 100 MW tersebut sangat dibutuhkan untuk menggerakkan pompa-pompa angguk berbasis tenaga listrik di Wilayah Kerja Rokan. Dengan beroperasinya kembali pembangkit tersebut, sumur-sumur minyak yang sempat berhenti berproduksi dapat kembali beroperasi normal," ungkapnya.
Blok Rokan merupakan salah satu ladang minyak terbesar di Indonesia yang dikelola oleh Pertamina Hulu Rokan. Pemulihan pasokan listrik diharapkan segera menggenjot kembali angka produksi harian di wilayah tersebut.