GORONTALO — Sepanjang tahun lalu, emiten berkode saham TINS ini membukukan pendapatan sebesar Rp 11,55 triliun, naik 6,41 persen dibandingkan periode 2024 yang sebesar Rp 10,86 triliun. Laba usaha tercatat Rp 1,91 triliun, sementara EBITDA mencapai Rp 2,76 triliun. Capaian ini disebut sebagai hasil dari efisiensi di seluruh rantai bisnis dan pengelolaan keuangan yang prudent.
Direktur Utama PT Timah, Restu Widiyantoro, mengatakan pembagian dividen itu mencerminkan kinerja positif perusahaan. "Keberhasilan tersebut merupakan hasil dari upaya Perseroan meningkatkan efektivitas operasional, memperkuat fundamental bisnis, serta menjaga daya saing di tengah tantangan industri yang terus berkembang," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (12/6/2026).
Dari total laba bersih Rp 1,31 triliun, separuhnya dialokasikan sebagai dividen. Sisanya ditetapkan sebagai saldo laba ditahan yang akan digunakan untuk mendukung pengembangan usaha dan memperkuat struktur keuangan perusahaan. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan di tengah persaingan industri timah global.
Di sisi operasional, PT Timah mencatat produksi bijih timah sebesar 18.635 ton Sn, produksi logam timah mencapai 17.815 metrik ton, sementara penjualan logam timah tercatat 16.634 metrik ton. Restu menambahkan, sepanjang tahun buku, perseroan berhasil menjaga kinerja operasional dan keuangan secara optimal melalui peningkatan produktivitas serta penguatan tata kelola.
Manajemen PT Timah optimistis dapat melanjutkan tren positif pada tahun 2026. Permintaan timah global diproyeksikan tetap kuat, terutama dari industri solder yang menyumbang sekitar 50 persen konsumsi timah dunia. Sektor ini menjadi tulang punggung bagi industri semikonduktor dan elektronik.
Pergerakan segmen solder diperkirakan terus menguat seiring pertumbuhan pesat teknologi kecerdasan buatan (AI), perluasan pusat data, pengembangan energi terbarukan, serta meningkatnya investasi pada infrastruktur kelistrikan modern. Dengan fondasi keuangan yang solid dan prospek pasar yang cerah, PT Timah disebut siap menangkap peluang pertumbuhan ke depan.