GORONTALO UTARA — Kunjungan langsung Rachmat Gobel ke Desa Didingga pada Sabtu (13/6/2026) dilakukan untuk melihat kondisi terkini masyarakat yang terdampak banjir bandang pada 26 Mei lalu. Bencana itu menerjang lima desa di Kecamatan Biau, yakni Luhuto, Bualo, Biau, Omuto, dan Didingga, dengan dampak paling parah di Didingga. Sekitar 3.500 warga terdampak, puluhan rumah dan akses jalan rusak berat, bahkan 90 persen permukiman KAT di desa itu luluh lantak.
Dalam peninjauan tersebut, Gobel menemukan kerusakan signifikan pada permukiman warga, infrastruktur jalan, serta tanggul dan aliran sungai. Menurutnya, perbaikan sungai dan pembangunan kembali tanggul pengaman harus menjadi prioritas utama dalam proses pemulihan.
“Saya ingin melihat langsung dan merasakan kesulitan yang dialami masyarakat, terutama warga Didingga yang terdampak cukup berat,” ujar Gobel.
Gobel telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan Balai Wilayah Sungai untuk menyusun langkah penanganan jangka pendek maupun jangka panjang. Sekretaris Daerah Gorontalo Utara, Suleman Lakoro, mengapresiasi kesediaan Gobel memperjuangkan proposal penanganan banjir senilai sekitar Rp105 miliar yang telah disusun oleh Balai Wilayah Sungai. Dana itu rencananya digunakan untuk pembangunan infrastruktur pengendali banjir dan penanganan permanen di wilayah terdampak.
Sementara itu, bantuan jangka pendek berupa kebutuhan dasar, termasuk alas tidur dan dukungan perbaikan rumah, sudah mulai disalurkan kepada warga.
Meski porak-poranda diterjang banjir, Gobel optimistis Didingga bisa bangkit kembali. Ia menilai desa itu memiliki prospek dikembangkan sebagai kawasan wisata berbasis alam dan masyarakat. Sungai jernih, perbukitan hijau, dan hamparan lahan pertanian luas menjadi modal utama.
“Didingga memiliki potensi yang luar biasa. Yang dibutuhkan sekarang adalah pemulihan infrastruktur dan penataan yang baik agar masyarakat bisa kembali bangkit dan berkembang,” pungkasnya.