Pemkot Palu Tutup Jembatan III Pascagempa M 6,7, Ditemukan Retakan Struktural

Penulis: Sutomo  •  Selasa, 16 Juni 2026 | 17:22:31 WIB
Petugas Dishub dan Polresta Palu mengatur lalu lintas di sekitar Jembatan III yang ditutup pascagempa.

GORONTALO — Penutupan dilakukan berdasarkan instruksi langsung wali kota setelah tim teknis dari Dinas Perhubungan menemukan retakan di bagian sambungan jembatan. Kepala Dishub Kota Palu, Trinso Yunianto, menyatakan langkah ini diambil untuk mengantisipasi risiko runtuhan susulan.

“Penutupan sementara akses berdasarkan instruksi kepala daerah, terjadi beberapa kendala pada bagian jembatan setelah diguncang gempa,” kata Trinso di Palu, Selasa.

Rekayasa Lalu Lintas dan Jalur Alternatif

Dishub bersama Satlantas Polresta Palu langsung menerapkan rekayasa arus. Kendaraan dari Jalan Kimaja dan Jalan KH Wahid Hasyim tidak bisa lagi melintas langsung ke Palu Barat melalui Jembatan III.

Arus dari arah timur dialihkan ke Jalan Rajamoili menuju Jembatan Palu IV. Adapun kendaraan dari pusat kota diarahkan melalui Jalan Teuku Umar atau kawasan Pasar Tua, dengan opsi keluar ke Palu timur via Jembatan Palu I.

“Rambu-rambu sudah dipasang. Petugas dari kepolisian dan Dishub juga sudah disiagakan untuk mengatur arus lalu lintas,” ujar Trinso.

Tim Khusus Turun, Hasil Pemeriksaan Masih Ditunggu

Pemkot telah mengerahkan tim khusus dari instansi teknis untuk mengkaji kelayakan infrastruktur. Fokus utama pemeriksaan adalah celah retakan yang muncul pada expansion joint jembatan setelah guncangan pertama.

Belum ada kepastian kapan akses akan dibuka kembali. Semua bergantung pada hasil kajian struktur yang saat ini masih berlangsung. “Kami berharap masyarakat memahami situasi saat ini. Bagi pengguna jalan kami imbau patuhi rambu-rambu lalu lintas guna menghindari kecelakaan,” kata Trinso.

71 Gempa Susulan Tercatat Hingga Siang

Gempa utama berkekuatan M 6,7 terjadi pukul 10.27 WITA dengan pusat di 42 kilometer tenggara Palu, kedalaman 10 kilometer. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hingga pukul 14.30 WITA telah terjadi 71 kali gempa susulan di wilayah Kota Palu dan sekitarnya.

Intensitas guncangan yang berulang menjadi kekhawatiran utama tim teknis. Retakan pada sambungan jembatan dikhawatirkan melebar jika kembali diguncang gempa susulan berkekuatan signifikan. Penutupan ini merupakan bentuk antisipasi paling rasional hingga status keamanan infrastruktur dipastikan.

Reporter: Sutomo
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top