GORONTALO — United Tractors tidak main-main ketika memutuskan masuk lebih dalam ke bisnis tambang emas. Setelah resmi mengakuisisi tambang emas Proyek Doup milik PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) melalui anak usahanya, PT Danusa Tambang Nusantara (DTN), perusahaan kini menyiapkan pembangunan fasilitas pengolahan atau smelter di lokasi tambang yang berada di Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara itu.
Direktur Human Capital & Sustainability United Tractors, Ari Sutrisno, mengungkapkan bahwa perseroan saat ini tengah fokus pada tahap eksplorasi dan pengembangan Blok Doup. Pembangunan smelter menjadi bagian penting dari rencana tersebut.
“Termasuk persiapan untuk pembangunan smelternya, mudah-mudahan (target rampung) tahun 2029,” kata Ari di Jakarta, Rabu (12/8).
Potensi Emas Raksasa di Balik Akuisisi Rp 8,85 Triliun
Nilai akuisisi yang mencapai Rp 8,85 triliun setara dengan potensi cadangan yang dimiliki Blok Doup. Berdasarkan standar JORC, tambang ini memiliki cadangan bijih terbukti dan terukur (Proven & Probable) sebesar 1,57 juta ons emas. Angka itu belum termasuk sumber daya mineral terukur, terindikasi, dan tereka yang mencapai 3,11 juta ons emas.
Dengan potensi sebesar itu, smelter menjadi kunci untuk mengolah hasil tambang menjadi produk bernilai jual tinggi. Keberadaan fasilitas ini juga sejalan dengan dorongan pemerintah untuk meningkatkan hilirisasi mineral di dalam negeri.
Tekanan Kinerja Emas dan Batu Bara
Keputusan membangun smelter ini diambil di tengah kinerja segmen emas UNTR yang sedang terpukul. Hingga semester I 2026, segmen pertambangan emas dan mineral lainnya hanya membukukan pendapatan Rp 2,4 triliun. Angka ini merosot 66% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, terutama akibat anjloknya penjualan emas hingga 82%.
Penurunan signifikan juga terjadi pada volume penjualan. Bisnis emas yang dijalankan melalui Agincourt Resources dan Sumbawa Juta Raya hanya mencatat penjualan setara 23 ribu ons hingga semester I 2026, jauh di bawah 125 ribu ons pada periode yang sama tahun lalu. Manajemen menyebut operasional Tambang Emas Martabe sempat dihentikan sementara, namun telah kembali berjalan pada kuartal kedua 2026.
Selain emas, kinerja alat berat dan pertambangan batu bara juga ikut melemah. Hal ini dipicu oleh alokasi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) Batu Bara Nasional 2026 yang lebih rendah. Akibatnya, pendapatan bersih UNTR secara keseluruhan turun 15% menjadi Rp 58,3 triliun, sementara laba bersih (di luar pos non-berulang) merosot 48% menjadi Rp 4,3 triliun.
Harapan Baru di Tengah Penurunan
Di tengah tekanan kinerja tersebut, Blok Doup menjadi andalan baru bagi United Tractors. Dengan cadangan emas yang melimpah dan target smelter yang rampung dalam tiga tahun ke depan, perusahaan tampaknya tengah menyiapkan mesin pertumbuhan baru. Keberhasilan proyek ini nantinya tidak hanya akan mengerek pendapatan, tetapi juga memperkuat posisi UNTR sebagai pemain utama di sektor pertambangan nasional di luar batu bara.