GORONTALO — Ribuan kader Partai NasDem di Gorontalo akan menghadiri pelantikan dan Rakorwil dengan penampilan yang berbeda dari biasanya. Seluruh peserta diwajibkan menggunakan busana berbahan Karawo, kerajinan sulam tangan khas daerah yang memiliki nilai seni dan filosofi tinggi.
Ridwan Monoarfa menjelaskan bahwa pemakaian Karawo bukan sekadar seragam seremonial. Menurutnya, ini adalah simbol kebanggaan terhadap identitas masyarakat Gorontalo yang harus terus dirawat.
“Karawo merupakan warisan budaya yang menjadi identitas masyarakat Gorontalo. Momentum pelantikan ini kami manfaatkan untuk menunjukkan kebanggaan terhadap budaya daerah sekaligus memperkenalkannya kepada tamu-tamu dari berbagai wilayah di Indonesia,” ujar Ridwan dalam keterangan yang diterima, Rabu (7/5/2026).
Selain aspek budaya, penggunaan massal kain Karawo dalam agenda politik skala provinsi diyakini akan berdampak langsung pada perajin dan pelaku usaha kreatif lokal. Meningkatnya permintaan dan eksposur diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis budaya di Gorontalo.
NasDem ingin menunjukkan bahwa politik tidak hanya berbicara tentang pembangunan dan pemerintahan, tetapi juga tentang bagaimana menjaga dan merawat jati diri daerah. Budaya adalah kekuatan yang harus terus dirawat bersama,” tambah Ridwan.
Karawo merupakan kerajinan sulam khas Gorontalo yang dikerjakan secara manual. Setiap motif yang dihasilkan memiliki nilai filosofis yang mencerminkan kearifan lokal masyarakat setempat. Teknik pembuatannya yang rumit dan memakan waktu membuat kain ini menjadi salah satu produk budaya unggulan yang membanggakan.
Melalui pelantikan bernuansa budaya tersebut, DPW Partai NasDem Gorontalo berharap Rakorwil dan pelantikan pengurus tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan Karawo sebagai kebanggaan daerah kepada Indonesia.