GORONTALO — Puluhan mahasiswa Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik UNG, menunjukkan kemampuannya dalam mengubah teori perkuliahan menjadi produk nyata. Melalui Expo Technopreneurship 2026, mereka mempresentasikan 18 inovasi yang dikembangkan selama satu semester di mata kuliah Technopreneurship.
Beragam alat dipamerkan dalam gelaran tersebut. Mulai dari Sistem Peringatan Dini Banjir yang dirancang untuk mendeteksi ketinggian air secara otomatis, hingga Smart Pill Box, sebuah kotak obat pintar yang membantu pengguna mengingat jadwal konsumsi.
Selain itu, ada pula Smart LPG Guard yang mendeteksi kebocoran gas, Smart Farm Sensor Node untuk memantau kondisi lahan pertanian, serta Smart Environment for Healthy Skin, sebuah inovasi yang memanfaatkan sensor untuk memonitor kualitas lingkungan demi kesehatan kulit.
Mayoritas karya yang ditampilkan mengadopsi teknologi sensor dan sistem otomasi yang terhubung ke internet. Beberapa di antaranya adalah Smart Lamp IoT, Smart Bin IoT, Smart Plug, hingga SmartDry, alat penjemur pakaian otomatis yang mendeteksi cuaca.
Di sektor peternakan, mahasiswa juga menghadirkan Pakan Ternak Otomatis (Smart Farming) yang bisa diatur jadwal pemberian pakannya dari jarak jauh. Inovasi Smart DoorBell dengan fitur kamera dan notifikasi ke ponsel juga ikut meramaikan stan pameran.
Setiap kelompok diberi kesempatan untuk mempresentasikan langsung produknya. Mereka menjelaskan nilai inovasi yang ditawarkan serta potensi pengembangan dan implementasi alat tersebut di tengah masyarakat.
Expo ini menjadi ajang bagi mahasiswa untuk mengaktualisasikan kemampuan akademik dan kompetensi teknis yang dimiliki. Produk-produk yang dipamerkan berorientasi pada penyelesaian permasalahan nyata yang kerap ditemui di lingkungan sekitar.
Kegiatan luaran mata kuliah Technopreneurship ini juga diharapkan mampu menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan mahasiswa. Dengan membawa produk berbasis teknologi, mereka didorong untuk tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja.