GORONTALO — Kasi Humas Polres Tangerang Selatan, Ipda Yudhi Susanto, mengonfirmasi penerimaan laporan yang dilayangkan Firdaus Oiwobo. "Benar, benar ada LP-nya (Laporan Polisi)," kata Yudhi saat dikonfirmasi, Rabu (17/6). Namun, ia belum merinci duduk perkara yang mendasari laporan tersebut.
"Kalau itu kita belum bisa pastiin. Nanti kan dari hasil pengembangan, penyelidikan sama mekanisme gelar," ucap dia. Saat ini, kata Yudhi, laporan masih dalam tahap penyelidikan oleh Satreskrim Polres Metro Tangerang Selatan.
Laporan Firdaus muncul setelah nama Tiyo Ardianto menjadi perbincangan publik. Mantan Ketua BEM UGM itu sebelumnya ramai dikritik karena menyuarakan pendapatnya terhadap kebijakan pemerintah. Isu ini semakin memanas setelah Tiyo mengaku menemukan dua unit alat pelacak di mobil Toyota Fortuner milik saudaranya.
Tiyo merinci kronologi penemuan itu. Ia berangkat dari Kudus menuju Semarang pada Jumat (12/6) siang. Selepas menginap di hotel kawasan Tembalang dan menghadiri diskusi di Balai Penjamin Mutu Provinsi Jateng pada Sabtu pagi, ia menyadari ada orang tak dikenal yang menguntit dan memotretnya.
Perjalanan dilanjutkan ke Yogyakarta untuk mengikuti demonstrasi di Pertigaan Gejayan. Selama perjalanan, ponsel Tiyo memunculkan notifikasi dari aplikasi pelacak bernama PBX Finder. "Setelah saya pindahkan, saya menuju bandara. Loh kok notifikasi itu masih muncul lagi. Kami cari lagi dan ternyata kami temukan dalam bentuk lain," beber Tiyo.
Alat pertama ditemukan dalam kondisi bersih. Tiyo menduga perangkat itu baru dipasang saat ia berada di Yogyakarta. Sementara itu, alat kedua yang menempel di ban kanan belakang mobil diduga sudah terpasang sejak Jumat (12/6).
"Alat itu terakhir kali dicek oleh pemiliknya pada pukul 19.55 WIB atau ketika Tiyo masih berada di hotel daerah Tembalang," tulis keterangan yang diterima dari pihak Tiyo. Temuan ini memicu spekulasi publik mengenai motif di balik pemasangan alat pelacak tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, Polres Tangsel masih enggan membeberkan materi laporan Firdaus. Yudhi hanya memastikan tim Satreskrim sedang menyusun rencana tindak lanjut. "Saat ini tim Satreskrim (Polres Tangsel) sedang melakukan penyelidikan untuk mengungkap perkara ini," tutupnya.