GORONTALO — Momen pertemuan antara Donald Trump dan Brigitte Macron di ajang KTT G7 pekan lalu tak hanya diisi obrolan diplomatik. Sebuah video pendek yang beredar luas di platform digital menunjukkan Trump menggenggam tangan Brigitte Macron dalam durasi tidak lazim saat sesi penyambutan.
Dalam rekaman, Trump memegang tangan Brigitte Macron dengan kedua tangannya. Genggaman itu bertahan beberapa detik lebih lama dari jabat tangan diplomatik pada umumnya, bahkan saat sang Ibu Negara tampak menarik tangannya perlahan.
Para pengamat bahasa tubuh di media internasional langsung menganalisis gestur tersebut. Sebagian menilai hal itu sebagai bentuk keakraban berlebihan. Yang lain menganggapnya bagian dari gaya interaksi Trump yang kerap melanggar protokol standar.
Pertemuan antara Trump dan Presiden Prancis Emmanuel Macron serta Ibu Negara terjadi di sela-sela agenda resmi KTT G7. Acara tahunan yang mempertemukan para pemimpin negara industri terbesar dunia itu kerap menjadi panggung interaksi diplomatik yang diawasi ketat, termasuk dari segi protokoler.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Gedung Putih maupun Istana Elysee. Baik delegasi AS maupun Prancis enggan berkomentar saat dimintai konfirmasi awak media di lokasi.
Potongan video yang diunggah sejumlah akun gosip politik dan portal berita asing langsung menyedot perhatian. Tagar terkait Trump dan Brigitte Macron sempat menjadi tren di platform X (sebelumnya Twitter) dalam beberapa jam setelah video menyebar.
Komentar warganet terbelah. Sebagian menganggap tindakan Trump tidak sopan dan melanggar etika. Namun, tidak sedikit yang membelanya dengan alasan Trump dikenal memiliki gaya sapaan hangat dan personal terhadap lawan bicaranya, tanpa memandang gender.
Ini bukan pertama kalinya gaya interaksi fisik Trump dengan pemimpin dunia lain menuai sorotan. Sebelumnya, Trump beberapa kali terlibat insiden jabat tangan tidak biasa dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dan Presiden Rusia Vladimir Putin. Gaya khas Trump yang kerap menarik tangan lawan bicaranya saat berjabat tangan juga sudah menjadi bahan analisis para pakar etiket internasional.
Meski demikian, momen dengan Brigitte Macron kali ini dinilai berbeda karena melibatkan istri kepala negara sahabat. Hal inilah yang membuat perhatian publik terhadap insiden tersebut lebih besar dibanding sebelumnya.