GORONTALO — Pemerintah Provinsi Gorontalo memastikan Presiden Prabowo Subianto akan hadir pada puncak perhelatan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan yang digelar di daerah tersebut. Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, mengungkapkan bahwa presiden dijadwalkan tidak hanya hadir, tetapi juga bermalam di Gorontalo bersama rombongan.
“Kedatangan beliau masih menunggu kedatangan protokol Istana,” ujar Gusnar Ismail kepada wartawan di Gorontalo, Selasa (10/6/2025).
Presiden Prabowo tidak datang sendirian. Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih dan para gubernur dari berbagai provinsi juga dijadwalkan turut serta dalam kunjungan kerja tersebut. Kehadiran para pejabat tinggi negara ini menjadikan PENAS tahun ini sebagai salah satu ajang pertanian terbesar yang pernah digelar di Gorontalo.
Gusnar Ismail menambahkan, kehadiran presiden dan para menteri menjadi momentum strategis bagi Gorontalo untuk mempromosikan potensi pertanian dan perikanan daerah. “Ini kesempatan besar untuk menunjukkan bahwa Gorontalo siap menjadi lumbung pangan nasional,” katanya.
Pemerintah daerah bersama aparat keamanan telah menyiapkan pengamanan ekstra menyambut kedatangan kepala negara. Lokasi acara dan rute perjalanan presiden akan dijaga ketat oleh personel gabungan dari TNI, Polri, dan Satpol PP.
PENAS Petani Nelayan sendiri merupakan agenda tahunan yang mempertemukan para petani, nelayan, dan pelaku agribisnis dari seluruh Indonesia. Ajang ini menjadi wadah untuk bertukar teknologi, informasi pasar, serta kebijakan pertanian terbaru dari pemerintah pusat.
Perhelatan PENAS di Gorontalo diprediksi akan menggerakkan sektor ekonomi lokal, terutama UMKM, perhotelan, dan transportasi. Ratusan stan dari berbagai daerah akan memamerkan produk unggulan masing-masing, mulai dari hasil pertanian organik hingga olahan perikanan modern.
Pemerintah daerah berharap kunjungan Presiden Prabowo dan rombongan dapat mendorong investasi di sektor pertanian dan perikanan Gorontalo. “Kami ingin para investor melihat langsung potensi yang ada di sini,” pungkas Gusnar Ismail.