Setahun Setelah Ditemukan di Gorontalo, Ikan Purba Coelacanth Masih Jadi Objek Penelitian Ilmuwan

Penulis: Ragil  •  Kamis, 25 Juni 2026 | 22:50:00 WIB
Ikan purba coelacanth yang ditemukan di Gorontalo terus diteliti untuk memahami evolusi dan adaptasi lingkungan.

GORONTALO — Temuan ikan coelacanth di perairan Gorontalo pada tahun lalu tidak berhenti pada momen penemuan semata. Spesies yang dianggap sebagai fosil hidup ini terus dikaji oleh peneliti dari berbagai institusi, baik dalam negeri maupun luar negeri.

Ikan yang memiliki nama latin Latimeria menadoensis itu pertama kali menggegerkan publik saat ditemukan nelayan di perairan utara Gorontalo. Sejak saat itu, spesimen yang diawetkan menjadi bahan studi untuk memahami mekanisme evolusi dan adaptasi lingkungan purba.

Dua Spesimen Coelacanth Pernah Ditemukan di Perairan Gorontalo

Peneliti dari Universitas Sam Ratulangi Manado mencatat bahwa Gorontalo menjadi salah satu lokasi penemuan coelacanth di Indonesia. Dua spesimen pernah ditemukan di perairan sekitar, dan satu di antaranya menjadi koleksi penelitian yang masih aktif dikaji.

“Coelacanth adalah jendela ke masa lalu. Dengan mempelajari gennya, kami bisa melihat bagaimana ikan ini bertahan tanpa banyak berubah selama 400 juta tahun,” ujar seorang peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang terlibat dalam studi tersebut.

Penelitian Berfokus pada Genetika dan Habitat

Fokus utama riset saat ini adalah analisis genom coelacanth untuk mencari tahu mekanisme adaptasinya terhadap tekanan lingkungan. Selain itu, tim peneliti juga memetakan habitat asli ikan ini di kedalaman laut Gorontalo.

Data dari penelitian diharapkan menjadi dasar kebijakan konservasi. Sebab, coelacanth termasuk spesies langka yang rentan terhadap perubahan suhu laut dan aktivitas penangkapan ikan.

Fakta Singkat Ikan Coelacanth Gorontalo

  • Ditemukan pertama kali di perairan Gorontalo pada tahun 2023.
  • Termasuk spesies Latimeria menadoensis yang hanya ditemukan di Sulawesi Utara dan Gorontalo.
  • Panjang spesimen mencapai 1,2 meter dengan berat sekitar 30 kilogram.
  • Penelitian dilakukan oleh tim gabungan LIPI, Universitas Sam Ratulangi, dan peneliti asing.

Peneliti berharap temuan ini bisa mendorong pemerintah daerah untuk menetapkan kawasan konservasi laut di titik-titik kemunculan coelacanth. Langkah itu dinilai penting untuk melindungi spesies purba ini dari kepunahan.

Hingga kini, ikan coelacanth Gorontalo masih menjadi salah satu ikon riset kelautan Indonesia. Publikasi ilmiah terkait temuan ini telah masuk ke jurnal internasional dan memperkuat posisi Indonesia dalam studi biodiversitas laut global.

Reporter: Ragil
Sumber: manado.tribunnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top