GORONTALO — Anang menegaskan bahwa keberhasilan pembudayaan hidup sehat tidak cukup hanya dengan pengetahuan. Menurutnya, konsistensi dalam membangun kebiasaan positif setiap hari menjadi kunci utama perubahan perilaku masyarakat.
"Perubahan perilaku harus dimulai dari hal-hal sederhana yang dilakukan secara berulang hingga menjadi bagian dari gaya hidup," ujarnya.
Anang menyoroti peran vital keluarga sebagai lingkungan pertama seseorang belajar dan membentuk karakter. Ia menekankan, internalisasi nilai-nilai hidup sehat paling efektif ditanamkan sejak usia dini di dalam keluarga.
"Membiasakan sejak dalam keluarga, karena keluarga akan menjadi tempat paling baik untuk internalisasi nilai-nilai budaya hidup sehat, kemudian pembudayaan harus dimulai sejak dini atau sejak kecil," katanya.
Pertemuan yang berlangsung secara hybrid ini diikuti oleh 89 peserta. Sebanyak 40 orang hadir secara luring di Kota Gorontalo, sementara 49 lainnya bergabung secara daring.
Peserta berasal dari Dinas Kesehatan kabupaten/kota, Puskesmas, serta berbagai lintas sektor terkait. Kementerian Agama, Dinas Pendidikan, Dinas Perhubungan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, hingga Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) turut ambil bagian.
Melalui forum ini, Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo berharap terbangun komitmen dan kolaborasi yang semakin kuat antara sektor kesehatan dan lintas sektor. Kerja sama tersebut diyakini mampu mendorong terciptanya lingkungan yang mendukung penerapan kebiasaan hidup sehat.
Targetnya, kebiasaan ini tidak hanya berhenti di tingkat individu, melainkan menjadi budaya yang mengakar di seluruh lapisan masyarakat Gorontalo. Anang optimistis, dengan sinergi yang solid, pola hidup bersih dan sehat bisa menjadi gaya hidup yang berkelanjutan.