GORONTALO — Wacana suksesi kepemimpinan di tubuh Partai NasDem Provinsi Gorontalo mengemuka pasca wafatnya Rachmat Gobel. Tokoh nasional asal Gorontalo itu meninggalkan dua warisan politik sekaligus: kursi anggota DPR RI dan jabatan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) NasDem.
Untuk kursi di Senayan, mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW) mengarah pada Prof. Winarni Moniarfa. Ia merupakan pemenang ketiga pada Pemilu Legislatif lalu, setelah almarhum RG dan almarhum Prof. Rustam Akili di posisi kedua.
Namun, skenario itu bisa berubah jika ada persoalan administratif terkait keanggotaan Winarni di NasDem. Bila kursi tersebut harus dialihkan ke daerah pemilihan lain, maka Sulawesi Utara atau Sulawesi Tengah menjadi opsi. Nama Hamim disebut-sebut sebagai kandidat, meski ia tengah menjalani hukuman.
Berbeda dengan kursi DPR RI, jabatan Ketua DPW justru memunculkan lebih banyak nama. Selain Bupati Boalemo Rum Pagau dan Bupati Kabupaten Gorontalo Sofyan Puhi, sosok Indri Dunda mulai mencuat. Anggota DPRD Provinsi dari Daerah Pemilihan Kota Gorontalo ini dinilai sebagai kader murni NasDem yang tak pernah singgah di partai lain.
Fakta itu menjadi pembeda di tengah banyaknya pengurus partai yang berlatar belakang dari Golkar, PPP, PAN, dan lainnya. “Perempuan Gorontalo harus diberikan kepercayaan untuk memimpin,” ujar Adhan Dambea, Walikota Gorontalo dari Partai Gerindra yang sebelumnya menjabat Ketua Ormas NasDem Provinsi Gorontalo.
Indri Dunda dinilai memiliki rekam jejak elektoral yang solid. Ia mampu lolos ke DPRD Provinsi sebanyak dua kali dari Kota Gorontalo, yang disebut sebagai daerah pemilihan paling berat. Para pengamat politik setempat menilai pencapaian itu luar biasa, apalagi ia tergolong pendatang baru dan bertarung dengan kemampuan individu.
Sejumlah mantan anggota DPRD Provinsi mengakui, Indri cakap memimpin partai. “Setidaknya, Indri bisa mengurangi potensi guncangan di internal partai,” kata seorang pengamat politik Gorontalo. Nama Indri disebut memiliki jaringan kuat di DPP NasDem, dan ia juga disebut berpeluang menjadi Wakil Ketua DPRD Provinsi jika menginginkannya.
Meski nama Indri menguat, seorang petinggi DPW NasDem yang enggan disebutkan namanya memberi kode berbeda. Menurutnya, sosok yang akan menjadi Ketua DPW adalah orang yang tidak jauh kedekatannya dengan almarhum RG. “Siapa orangnya? Mikson belum mau menyebutkan,” ujarnya.
Dari pernyataan itu, banyak pihak menduga kursi ketua partai akan kembali ke lingkaran keluarga Gobel. Sementara itu, terinformasi Indri Dunda akan berangkat ke Jakarta pada Selasa mendatang karena ada panggilan dari DPP NasDem. Keputusan final soal siapa yang mewarisi dua kursi strategis itu masih menunggu restu pusat.