GORONTALO UTARA — Penyalaan perdana listrik di Pulau Dudepo berlangsung di tengah perayaan menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Momen ini dihadiri Anggota DPR RI Komisi XII Rusli Habibie, Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah, Bupati Gorontalo Utara Thariq Modanggu, serta jajaran Forkopimda dan manajemen PT PLN.
Rusli Habibie menyebut peristiwa 3 Agustus 2026 sebagai hari bersejarah yang akan selalu dikenang warga. Ia menegaskan proyek ini bukan sekadar soal jumlah penduduk yang dilayani, melainkan wujud keadilan negara.
"Ini soal keadilan bagi seluruh warga Negara Kesatuan Republik Indonesia. Semua masyarakat berhak mendapatkan pelayanan listrik," ujarnya dalam sambutan yang dikutip dari rilis yang diterima redaksi.
Hadirnya listrik di pulau terluar ini merupakan hasil perjuangan aspirasi yang disuarakan Rusli Habibie bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta PT PLN. Sebelumnya, warga Pulau Dudepo telah menanti akses listrik selama puluhan tahun.
Dalam kesempatan tersebut, Rusli juga mengingatkan agar proses pemeliharaan jaringan memperhatikan hak masyarakat. Ia meminta PT PLN dan pemerintah memastikan setiap proses, termasuk penebangan pohon milik warga untuk kepentingan jaringan, dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.
Peresmian ini dirangkaikan dengan penyerahan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) berupa meteran listrik gratis kepada masyarakat. Program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas akses energi yang merata dan berkeadilan di Provinsi Gorontalo.
Rusli turut mengajak seluruh hadirin mendoakan almarhum Rahmat Gobel, tokoh Gorontalo yang dinilai banyak berjasa bagi daerah. "Almarhum telah memberikan banyak kontribusi bagi Gorontalo, termasuk memperjuangkan aspirasi masyarakat," imbuhnya.
Dengan beroperasinya SKLTM 20 kV ini, aktivitas ekonomi dan pendidikan warga Pulau Dudepo diharapkan meningkat. Pasokan listrik yang stabil membuka peluang usaha baru dan memperbaiki kualitas layanan dasar di wilayah kepulauan Gorontalo Utara.