California Mulai Atur Ban Aftermarket Mulai 2035, Pemilik Modifikasi Kena Dampaknya

Penulis: Sutomo  •  Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:10:00 WIB
California Energy Commission merampungkan regulasi ban aftermarket yang akan berlaku mulai 2035 di California.

GORONTALO — Regulasi yang digodok sejak 23 tahun lalu ini akhirnya menemui titik terang. California Energy Commission (CEC) merampungkan kerangka kebijakan yang sempat tertunda hampir dua dekade, dan kini pemilik kendaraan di negara bagian paling padat di Amerika Serikat itu harus bersiap dengan aturan main baru di pasar ban pengganti.

Aturan ini berangkat dari temuan bahwa ban bawaan pabrik yang dipasang produsen mobil sering kali memiliki spesifikasi khusus—mulai dari kompon karet hingga kedalaman tapak—yang tidak tersedia di pasaran bebas. Ban OEM kerap dioptimalkan untuk efisiensi bahan bakar, tetapi konsekuensinya umur pakainya lebih pendek. Sebaliknya, ban aftermarket umumnya lebih awet, tapi konsumsi energinya lebih boros.

Target Penghematan Hingga Rp 15 Juta per Pengemudi

CEC memperkirakan aturan ini akan menghemat biaya bahan bakar sekitar USD 179 (Rp 2,8 juta) per pengemudi kendaraan bensin selama empat tahun masa pakai ban. Secara agregat, penghematan mencapai USD 979 juta atau sekitar Rp 15,6 triliun per tahun pada 2035, plus penurunan emisi karbon dioksida hingga 2 juta metrik ton—setara hampir 2 persen dari total jejak karbon kendaraan penumpang di California.

Angka itu memang terdengar besar, tapi konsekuensinya terhadap pasar ban performa tidak bisa dianggap remeh.

Ban Trek dan Off-Road Dapat Pengecualian, Ban Jalan Raya Terjepit

Kelompok pengguna trek balap dan off-road sempat angkat bicara dalam proses penyusunan aturan ini. Hasilnya, CEC menyetujui pengecualian untuk ban dengan tingkat keausan tapak sangat rendah yang dikategorikan sebagai perlengkapan trek. Namun celah ini tidak otomatis menyelamatkan ban performa tinggi yang biasa dipakai di jalan raya—ban yang terlalu "lengket" untuk lolos ambang batas efisiensi, tapi tidak cukup ekstrem untuk masuk kategori perlengkapan trek.

Pemilik mobil yang sehari-hari menggunakan ban performa untuk berkendara di jalan umum kemungkinan besar akan merasakan dampaknya paling pertama. Pilihan mereka bisa menyempit, atau harus merogoh kocek lebih dalam untuk varian yang tetap memenuhi standar regulasi.

Dealer Resmi Diuntungkan, Bengkel Modifikasi Tertekan

Menariknya, aturan ini justru menjadi angin segar bagi dealer resmi. Layanan purna jual yang selama ini mengandalkan penjualan ban OEM akan semakin sulit dihindari konsumen, karena ban pengganti di pasar bebas harus memenuhi standar yang sama dengan ban bawaan pabrik. Di tengah transisi industri otomotif menuju kendaraan listrik yang minim perawatan, aliran pendapatan dari penggantian ban menjadi semakin penting bagi jaringan dealer.

Sebaliknya, bengkel modifikasi dan toko ban independen menghadapi tantangan lebih berat. Mereka harus memastikan stok yang dijual memenuhi regulasi baru, sementara permintaan untuk ban dengan karakteristik khusus—misalnya rolling resistance rendah untuk mobil listrik—diprediksi mendorong harga naik.

Yang perlu digarisbawahi: regulasi ini mengatur apa yang boleh dijual, bukan apa yang boleh dipakai. Konsumen yang sudah terlanjur memiliki ban tertentu tetap bisa menggunakannya di kendaraannya sendiri. Pembatasan berlaku pada titik penjualan, sehingga celah bagi pemilik yang benar-benar membutuhkan ban khusus untuk kebutuhan spesifik masih terbuka lebar.

Reporter: Sutomo
Sumber: thedrive.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top