2.777 Masjid di Gorontalo, Indeks Kesalehan 87,77: Sosiolog UNG Sebut Jumlah Bangunan Tak Sejalan dengan Basis Jamaah

Penulis: Sutomo  •  Minggu, 30 Agustus 2026 | 17:31:01 WIB
Masjid dan musala di Gorontalo tercatat 2.777 unit berdasarkan data Kementerian Agama dalam Provinsi Gorontalo Dalam Angka 2025.

GORONTALO — Data Kementerian Agama yang dirilis dalam Provinsi Gorontalo Dalam Angka 2025 mencatat ada 2.777 masjid dan musala tersebar di enam kabupaten dan kota. Kabupaten Gorontalo mendominasi dengan 1.029 unit, disusul Boalemo 386, Kota Gorontalo 358, Bone Bolango 356, Gorontalo Utara 339, dan Pohuwato 309.

Jumlah itu bertambah sekitar 108 unit dibandingkan catatan 2021 yang sebesar 2.669 bangunan. Namun, tidak ada data agregat yang menunjukkan berapa banyak jamaah salat harian di ribuan masjid tersebut.

Masjid Bertambah, Jamaah Belum Tentu Ikut Naik

Sosiolog UNG Dr. Funco Tanipu mengatakan pertumbuhan jumlah masjid tidak otomatis berbanding lurus dengan jumlah orang yang datang memakmurkannya. Ia menyebut fenomena ini bertolak belakang dengan narasi Gorontalo sebagai Serambi Madinah.

“Pertumbuhan jumlah masjid ini rupanya tidak diikuti oleh pertumbuhan basis jamaah di masjid,” kata Funco.

Menurut dia, perubahan pola kerja dan mobilitas penduduk menjadi faktor utama. Masyarakat yang bekerja di perkantoran cenderung memilih musala di sekitar tempat kerja, sementara pekerja nonkantoran memilih masjid terdekat dari lokasi aktivitasnya.

“Sholat tidak ditinggalkan, tapi opsi sholat di masjid cenderung memilih yang terdekat,” ujarnya.

Skor Kesalehan Tidak Mengukur Keramaian Masjid

IKsUB 2025 yang dirilis Kementerian Agama menempatkan Gorontalo di peringkat 10 nasional dengan skor 87,77, sedikit di atas Sulawesi Utara yang meraih 87,89. Posisi puncak ditempati Maluku Utara dengan 93,39, disusul Sumatera Selatan 92,61, dan Nusa Tenggara Barat 90,91.

Pengukuran dilakukan Kementerian Agama bersama Pusat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat (P3M) Universitas Indonesia terhadap 13.836 responden di 34 provinsi. Skor nasional mencapai 84,61 dan masuk kategori sangat tinggi.

Indeks ini menilai dua dimensi besar: individual dan sosial. Dimensi individual mencakup ideologi, ritualistik, pengalaman spiritual, dan kecerdasan emosional. Sementara dimensi sosial meliputi solidaritas, relasi sosial, etika, kepedulian lingkungan, ketaatan kepada pemerintah, serta etika digital.

Artinya, skor 87,77 tidak bisa diterjemahkan sebagai indikasi bahwa masjid di Gorontalo ramai dikunjungi.

Pembangunan Fisik vs Penguatan Fungsi Masjid

Funco mengingatkan agar pembangunan masjid tidak berhenti pada aspek fisik. Ia menyoroti kecenderungan sebagian pengelola yang lebih fokus pada keindahan bangunan dibandingkan penguatan fungsi masjid sebagai pusat kegiatan umat.

Pernyataan mengenai masjid yang “makin sepi” sebaiknya diposisikan sebagai hipotesis yang perlu diuji, bukan kesimpulan statistik. Belum ada data resmi yang menunjukkan tren naik atau turunnya jumlah jamaah harian di 2.777 masjid dan musala tersebut.

Reporter: Sutomo
Sumber: mimoza.tv This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top