Harga Cabai Rawit di Kota Gorontalo Melonjak ke Rp 150 Ribu, Perindag Sebut Cuaca Panas Jadi Pemicu Utama

Penulis: Fajar  •  Rabu, 02 September 2026 | 13:55:31 WIB
Pedagang menata cabai rawit di pasar tradisional Kota Gorontalo, saat harga komoditas tersebut turun menjadi Rp 120 ribu per kilogram.

KOTA GORONTALO — Ledakan harga cabai rawit di pasar-pasar tradisional Kota Gorontalo mulai mereda. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kota Gorontalo, Haryono Suronoto, menyebut harga rica (cabai) pada hari ini berada di angka Rp 120 ribu per kilogram, setelah sebelumnya sempat menembus Rp 150 ribu per kilogram.

"Hari ini harga rica di angka 120 ribu per kilogram. Iya ada penurunan," jelas Haryono saat dikonfirmasi pada Rabu (02/09/2026).

Cuaca Panas Menggerus Pasokan Rica di Tingkat Petani

Haryono menjelaskan, kenaikan harga yang terjadi sekitar dua pekan terakhir itu bukan disebabkan oleh permainan spekulan atau rantai distribusi. Fluktuasi harga lebih dipicu oleh faktor alam yang tengah melanda kawasan Gorontalo.

"Kenaikan harga rica (cabai) saat ini penyebabnya karena cuaca panas sekarang ini. Jadi cukup berdampak," ujarnya kepada Dulohupa via Whatsapp.

Cuaca kemarau membuat produksi cabai petani menurun. Akibatnya, pasokan yang masuk ke pasar-pasar tradisional di Kota Gorontalo ikut berkurang, dan mendorong harga beranjak naik di tingkat konsumen.

Harga Beras Stabil di Tengah Gejolak Cabai

Di tengah gejolak harga cabai, komoditas pangan lainnya justru relatif aman. Haryono melaporkan harga beras di pasar-pasar Kota Gorontalo berada dalam kondisi stabil, meskipun cenderung bertahan di level yang tinggi.

Tidak ada perubahan harga yang berarti untuk berbagai jenis beras yang beredar hingga saat ini. Perindag Kota Gorontalo memastikan stok kebutuhan pokok masih aman dan terus melakukan pemantauan harga di lapangan.

Masyarakat diimbau untuk memahami kondisi ini sebab kenaikan harga murni akibat faktor musim. Pihak berwenang akan terus menjaga kestabilan harga dan kelancaran pasokan pangan di wilayah Kota Gorontalo.

Reporter: Fajar
Sumber: dulohupa.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top