GORONTALO — HP Omen 35L adalah salah satu PC gaming pre-built paling menarik yang pernah diuji dalam dua pekan terakhir. Bukan cuma karena desainnya yang bersih dengan dominasi RGB, tapi juga karena performanya yang sanggup menjalankan game AAA terbaru di 4K. Daya tarik utamanya? Kamu bisa membongkar panel samping tanpa obeng dan mengganti sendiri komponen seperti GPU, RAM, atau kipas saat butuh upgrade di masa depan.
Masalahnya, harga yang diminta tidak main-main. Konfigurasi tertinggi Omen 35L mencapai USD 6.999 (sekitar Rp 115,5 juta), sementara unit yang diuji dengan prosesor AMD Ryzen 7 9800X3D dan GPU Nvidia GeForce RTX 5070 Ti dibanderol USD 3.199 (sekitar Rp 52,8 juta).
Unit yang diuji memakai kombinasi prosesor dan kartu grafis kelas atas yang sanggup menangani multitasking berat sekaligus gaming.
Port yang tersedia juga lengkap. Di bagian atas ada satu USB-C dan dua USB-A plus jack headphone, sementara di belakang tersedia dua USB-C, enam USB-A, HDMI 2.1, tiga DisplayPort 2.1, dan port Ethernet RJ-45.
Menjalankan Cyberpunk 2077 di pengaturan maksimal dengan path tracing terasa mulus. Di benchmark 4K dengan setting High, Omen 35L mencatat 50 fps di Doom: The Dark Ages dan 39 fps di Assassin's Creed Shadows. Black Myth: Wukong di mode Cinematic sempat turun ke 31 fps, tapi dengan aktivasi DLSS 4.5 dan frame generation, frame rate bisa melompat melewati 120 fps di 4K, bahkan menembus 200 fps saat turun ke 1440p.
Sistem pendinginnya layak dapat nilai plus. HP memakai kipas ring blade design bikinan sendiri plus AIO liquid cooling yang membuat PC ini tetap dingin tanpa suara bising. Lima kipas RGB di bagian depan, atas, dan belakang hanya menghasilkan dengung halus yang menyatu dengan noise ruangan—jauh dari suara jet engine yang biasa muncul di gaming laptop.
Chassis aluminium hitamnya terlihat simpel tapi kokoh. Semua panel bisa dilepas dengan tangan tanpa obeng, sehingga mengganti GPU atau menambah RAM cuma butuh beberapa menit. Ini yang membuat Omen 35L terasa future-proof—saat GPU generasi berikutnya rilis dan harga sudah normal lagi, kamu tinggal buka panel dan pasang komponen baru.
Dari segi ukuran, Omen 35L jauh lebih ringkas dibanding saudaranya yang lebih mahal, Omen Max 45L. Bobotnya 31,96 pon, atau hampir separuh dari 45L, sehingga lebih mudah diletakkan di atas meja atau dipindahkan.
Sayangnya, HP tetap menyertakan aplikasi bawaan yang tidak diminta. Ada McAfee, Dropbox, Booking.com, dan Adobe yang muncul sebagai notifikasi. Aplikasi bawaan HP seperti Omen Gaming Hub justru berguna untuk mengatur RGB dan kecepatan kipas, tapi sisanya sebaiknya langsung dihapus agar tidak memperlambat sistem.
Soal harga, ini masalah terbesar. Kenaikan dari USD 1.299 menjadi USD 2.079 untuk varian dasar cukup menyakitkan. Strategi terbaik adalah membeli konfigurasi paling rendah—yang kadang turun hingga USD 1.800—lalu upgrade sendiri GPU di kemudian hari. Dengan begitu, kamu tetap mendapat performa tinggi tanpa membayar penuh dari awal.
HP Omen 35L adalah pilihan tepat untuk gamer yang ingin PC pre-built berkualitas dengan jalur upgrade yang mudah di masa depan. Performa gaming-nya di 4K sudah terbukti, suhu tetap adem saat dipaksa kerja keras, dan desainnya tidak norak. Namun, calon pembeli sebaiknya mulai dari varian termurah dan mengalokasikan budget untuk upgrade komponen secara bertahap. Dengan begitu, total biaya bisa lebih masuk akal dibanding langsung membeli konfigurasi tertinggi yang harganya bisa menyentuh USD 6.999.