Pencarian

Deddy Corbuzier Geram Acara TV Undang Kalina Bahas Kepergian Ibunda Tanpa Izin

Selasa, 01 September 2026 • 18:09:31 WIB
Deddy Corbuzier Geram Acara TV Undang Kalina Bahas Kepergian Ibunda Tanpa Izin
Deddy Corbuzier mengkritik program televisi yang membahas kepergian ibundanya tanpa izin keluarga.

GORONTALO — Kepergian orang tua adalah momen paling pribadi dan menyakitkan bagi keluarga yang ditinggalkan. Namun, apa jadinya jika momen duka tersebut justru menjadi bahan perbincangan di layar kaca tanpa sepengetahuan keluarga? Inilah yang tengah dihadapi Deddy Corbuzier pekan ini.

Pemicu Kemarahan Deddy Corbuzier

Melalui unggahan Instagram pribadinya, @mastercorbuzier, pada Selasa (1/9/2026), Deddy meluapkan kekesalannya. Ia mempermasalahkan keputusan sebuah program televisi yang membahas kepergian ibunda tercinta tanpa terlebih dahulu berkomunikasi atau meminta izin kepada pihak keluarga.

Menurut Deddy, tindakan tersebut merupakan kebiasaan buruk yang seharusnya tidak dilakukan. "Emang kebiasaan," ujarnya singkat dalam sebuah video yang diunggah ke akun media sosialnya.

Pernyataan ini memicu perbincangan hangat di kalangan warganet. Banyak yang mendukung langkah Deddy untuk bersuara, mengingat etika pemberitaan dan tayangan hiburan di Indonesia yang kerap kali mengabaikan privasi keluarga yang sedang berduka.

Kronologi Unggahan Kalina yang Memicu Tayangan

Sebelum acara tersebut ditayangkan, Kalina Oktarany memang sempat mengunggah ucapan belasungkawa melalui akun media sosialnya. Dalam unggahan tersebut, ia turut membagikan foto mendiang ibu dari mantan suaminya itu sebagai bentuk penghormatan terakhir.

Unggahan Kalina ini kemudian mendapat perhatian publik dan dikaitkan dengan kabar duka yang tengah dirasakan keluarga Deddy. Berangkat dari momen itulah, pihak stasiun televisi diduga mengangkat topik tersebut dan mengundang Kalina untuk menceritakan kembali momen duka yang sedang berlangsung.

Keputusan ini lah yang kemudian membuat Deddy naik pitam. Ia mempertanyakan secara terang-terangan alasan pihak program televisi membahas kepergian ibundanya tanpa melakukan konfirmasi terlebih dahulu kepada keluarga inti.

Etika Media dan Batasan Privasi Keluarga

Kasus ini kembali menyoroti pentingnya etika dalam produksi konten televisi, khususnya yang menyangkut musibah atau kedukaan. Idealnya, sebuah program hiburan atau infotainment memiliki standar operasional yang jelas mengenai prosedur izin ketika mengangkat cerita pribadi narasumber, terutama yang berkaitan dengan anggota keluarga lain yang tidak terlibat langsung.

Keluarga yang sedang berduka membutuhkan ruang dan waktu untuk berkabung tanpa tekanan dari sorotan publik. Mengangkat kisah duka tanpa izin tidak hanya menimbulkan luka psikologis, tetapi juga dapat memperkeruh hubungan antar pihak yang sudah berpisah.

Dampak dan Pelajaran bagi Industri Hiburan

Hingga berita ini diturunkan, pihak stasiun televisi terkait belum memberikan tanggapan resmi mengenai kritik yang dilayangkan Deddy. Namun, respons keras dari publik figur sekelas Deddy Corbuzier diharapkan mampu menjadi koreksi bersama bagi industri media di Indonesia.

Kejadian ini menjadi pengingat bahwa berita duka bukanlah komoditas hiburan. Setiap konten yang diproduksi seharusnya berpijak pada empati dan menghormati hak privasi individu, terlepas dari seberapa besar nilai sensasi yang bisa didapatkan.

Bagi para ibu yang mungkin membaca kabar ini, peristiwa tersebut bisa menjadi bahan diskusi hangat tentang pentingnya menjaga batasan dan kepekaan sosial, baik di dunia nyata maupun di ruang digital.

Follow gorontalo24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: lifestyle.sindonews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks