KOTA GORONTALO — Kekeringan yang melanda sejak beberapa bulan terakhir mulai memberikan dampak nyata pada sektor pertanian di Kota Gorontalo. Sejumlah lahan persawahan terpaksa tidak dapat diolah karena tanah kering dan debit air di saluran irigasi menurun drastis.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, Kelautan dan Perikanan Kota Gorontalo, Lukman Laisa, mengungkapkan bahwa hampir tidak ada curah hujan dalam beberapa pekan terakhir disertai suhu udara tinggi menjadi pemicu utama kekeringan ini.
“Kemungkinan akan bergeser karena pastinya membutuhkan air kan,” ujar Lukman kepada Dulohupa saat ditemui pada Kamis (03/09/2026).
Kondisi ini tidak hanya menghambat persiapan lahan, tetapi juga berpotensi mengganggu siklus tanam berikutnya. Petani yang seharusnya memulai pengolahan tanah kini harus menunggu pasokan air kembali normal.
Lukman menjelaskan, dampak kekeringan ini sudah mulai terasa. Beberapa titik lahan persawahan di bagian utara dan sebagian wilayah timur Kota Gorontalo mengalami pengeringan parah.
“Ya memang sudah terasa untuk para petani karena di beberapa titik, di bagian utara dan sebagian di timur juga ada pengeringan karena kurangnya pasokan air, dan harusnya sudah masuk untuk musim tanam berikutnya tapi masih terkendala dengan (kurangnya) pasokan air,” jelasnya.
Pemerintah kota tidak tinggal diam menghadapi kondisi ini. Sejumlah langkah antisipasi tengah disiapkan untuk meminimalkan dampak kemarau terhadap produktivitas pertanian.
“Kami terus berupaya membantu para petani, salah satunya dengan penyaluran bantuan pompa air hingga persiapan benih untuk musim tanam mendatang,” kata Lukman.
Namun demikian, tantangan terbesar masih terletak pada penjadwalan debit air yang terus berkurang. Buka tutup saluran irigasi hingga perbaikan di beberapa titik saluran membuat distribusi air ke sawah semakin tidak optimal.
“Akibat penjadwalan ataupun buka tutup bahkan perbaikan di beberapa saluran irigasi, ditambah lagi belum adanya hujan turun, masih musim kemarau yang menyebabkan pasokan air berkurang,” tandasnya.
Sebagai solusi jangka panjang, pemerintah kota saat ini tengah mengusulkan pembangunan saluran irigasi kategori tersier untuk memperlancar aliran air menuju lahan persawahan.
“Kami juga sementara ini mengusulkan lagi untuk pembangunan ataupun pembuatan saluran yang kategori tersier. Itu di lima atau empat titik untuk tahun ini,” pungkas Lukman.
Usulan ini diharapkan dapat menjadi solusi agar kelancaran distribusi air tetap terjaga, terutama saat musim kemarau melanda di tahun-tahun mendatang.