GORONTALO — Roberto Mancini kembali menangani Timnas Italia dengan catatan dua kemenangan, satu imbang, dan satu kekalahan dari empat laga UEFA Nations League 2026/2027. Gli Azzurri sempat tersungkur 0-2 di kandang sendiri sebelum menghajar Turki dua kali dengan skor 4-1 dan 3-1.
Kekalahan 0-2 dari Belgia di Stadion Olimpico pada laga perdana menjadi awal yang pahit. Dua gol Mika Godts dan Dodi Lukebakio memperlihatkan celah yang masih harus ditutup Mancini, terutama di lini belakang.
Tekanan terhadap pelatih berusia 61 tahun itu langsung menggunung. Apalagi FIGC sempat dipertanyakan saat menunjuk Mancini, mengingat pengalamannya bersama Timnas Arab Saudi yang kurang meyakinkan.
Hanya beberapa hari setelah kekalahan dari Belgia, Italia tampil jauh lebih agresif saat bertandang ke Turki. Alessandro Bastoni, Davide Frattesi, Michael Kayode, dan Francesco Pio Esposito bergantian membobol gawang tuan rumah.
Bar?? Alper Y?lmaz sempat memperkecil kedudukan untuk Turki. Namun, kemenangan 4-1 itu menegaskan bahwa Mancini masih punya formula yang bisa diandalkan.
Yang menarik, Mancini mulai berani menurunkan pemain-pemain baru. Kayode dan Pio Esposito langsung berkontribusi pada kemenangan tersebut, memberi sinyal regenerasi yang selama ini ditunggu penggemar Gli Azzurri.
Pada laga ketiga, Italia menghadapi ujian lebih berat melawan Prancis. Gli Azzurri mampu menahan Les Bleus dengan skor 1-1 dan menjaga posisi kompetitif di Grup A1.
Italia kemudian kembali mengalahkan Turki dengan skor 3-1 pada pertandingan keempat. Hasil itu melengkapi catatan dua kemenangan, satu imbang, dan satu kekalahan dari empat laga.
Modal tersebut cukup menjanjikan, meski konsistensi penuh belum sepenuhnya terlihat. Mancini masih memiliki pekerjaan rumah besar membangun fondasi baru setelah Italia gagal lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun.
Mancini mengakui bahwa rotasi besar-besaran memengaruhi kelancaran permainan tim. Ia menyebut tidak punya pilihan lain selain memberi kesempatan kepada pemain baru.
"Kami senang karena kami telah berkembang sebagai sebuah tim secara keseluruhan, terlepas dari hasil akhirnya. Fakta bahwa kami bisa bersaing untuk lolos di Nations League saja sudah merupakan pencapaian yang bagus," kata Mancini.
"Turki tidaklah selemah itu, terlepas dari kekalahan-kekalahan mereka. Kami melakukan rotasi sembilan pemain sehingga permainan kami kehilangan sebagian kelancarannya, namun kami tidak punya pilihan lain," imbuh Mancini.
Sejumlah nama muda kini masuk dalam kerangka tim, seperti Michael Kayode, Alessandro Romano, Giorgio Scalvini, dan Issa Doumbia. Perpaduan pemain berpengalaman dan wajah baru menjadi kunci arah baru Italia di bawah Mancini.
Perjalanan di Nations League 2026/2027 masih panjang. Namun, empat laga awal sudah memberi gambaran bahwa Gli Azzurri perlahan menemukan arah setelah periode penuh gejolak.