BONE BOLANGO — Bupati Bone Bolango Ismet Mile, yang diwakili Asisten III Setda sekaligus Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Budi Wantogia, memimpin pembukaan gerakan tanam serentak di Desa Ayula Timur. Kegiatan itu dihadiri Anggota Komisi III DPRD Bone Bolango Hendra Suleman, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Kasat Bimas, camat, penyuluh pertanian, serta pengurus dan anggota Kelompok Tani Suka Maju.
Budi menegaskan bahwa peningkatan produktivitas pertanian menjadi kebutuhan mendesak. Perubahan iklim, ketidakpastian cuaca, hingga gejolak ekonomi global dinilai dapat mengganggu pasokan pangan daerah.
Dalam sambutan Bupati yang dibacakannya, Budi menyampaikan bahwa ketahanan pangan lokal bukan sekadar soal pemenuhan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, hal itu menyangkut kemandirian daerah dalam menghadapi tekanan eksternal.
"Ketahanan pangan di tingkat lokal seperti di Bone Bolango ini adalah benteng pertahanan utama kita," demikian pesan Bupati yang disampaikan Budi.
Metode PM-AAS didorong agar petani beralih dari pola konvensional menuju sistem pertanian modern yang lebih adaptif, efisien, dan produktif. Pemanfaatan teknologi diyakini mampu menjaga keberlanjutan produksi di tengah tantangan iklim.
Sasaran utama gerakan ini adalah menaikkan produksi padi dari enam ton menjadi 10 ton. Peningkatan tersebut diharapkan memacu kelompok tani dan penyuluh mengoptimalkan budidaya, mulai dari penanaman hingga panen.
"Dengan pertanian modern berbasis teknologi, kita tidak hanya beradaptasi terhadap perubahan iklim, tetapi juga melompat maju untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan kualitas hasil panen," ujar Budi dalam sambutan tersebut.
Peningkatan produksi juga diarahkan memperkuat hilirisasi sektor pertanian dan kesejahteraan petani. Keberhasilan target itu bergantung pada penerapan teknologi yang tepat, pendampingan penyuluh, serta pengelolaan budidaya yang optimal.
Dalam beberapa bulan terakhir, Bone Bolango sempat mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada komoditas beras premium. Kondisi itu menjadi perhatian pemerintah karena berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat.
Peningkatan produksi beras lokal dinilai penting untuk memperkuat ketersediaan pasokan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah.
"Melalui PM-AAS ini, kita berharap ketersediaan beras di Bone Bolango dapat meningkat secara signifikan sehingga mampu membantu menekan tekanan inflasi dalam beberapa waktu ke depan," demikian disampaikan dalam sambutan Bupati.
Pemkab Bone Bolango mengapresiasi Kelompok Tani Suka Maju dan para penyuluh pertanian yang menginisiasi gerakan tanam serentak tersebut. Pemerintah daerah menegaskan komitmennya mendukung berbagai inovasi pertanian yang berorientasi pada produktivitas dan kesejahteraan petani.
Melalui penerapan PM-AAS, gerakan tanam serentak di Ayula Timur diharapkan menjadi langkah konkret memperkuat ketahanan pangan dan mendorong pertanian Bone Bolango yang lebih modern serta berkelanjutan.