GORONTALO — Ryamizard Ryacudu mengembuskan napas terakhir di RSPAD Gatot Soebroto pada hari ini. Pria kelahiran Palembang, 21 Februari 1950, itu merupakan salah satu perwira yang menapaki jenjang karier militer secara beriringan dengan Prabowo Subianto. Keduanya tercatat sebagai satu angkatan dan satu kompi saat menempuh pendidikan di Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) di Lembah Tidar, Magelang.
Kenangan Dihukum hingga Manjat Tiang Listrik Bersama Prabowo
Dalam berbagai kesempatan, Ryamizard kerap mengungkap masa-masa pembentukan karakter sebagai taruna yang dijalani bersama Prabowo. Ia menceritakan pengalaman dihukum dan melakukan kenakalan khas taruna sebagai bagian dari proses pendidikan militer yang membentuk kedisiplinan mereka.
"Prabowo ini kawan saya, dulu waktu taruna sama-sama satu kompi, sama-sama dihukum. Kadang-kadang sama-sama manjat tiang listrik karena tidak bisa Sapta marga," beber Ryamizard dalam sebuah wawancara yang dikenang kembali.
Ia menambahkan, "Dua tahun sama-sama satu kompi. Kebetulan kompi saya dengan Pak Prabowo nakal-nakal. Jadi kita sudah tahu lah. Isi isi, sesama bis kota dilarang menyalip hahah," canda Ryamizard kala itu.
Jejak Karier yang Saling Mengikuti: Dari Kasbrig hingga Pangkostrad
Kedekatan keduanya tak berhenti di bangku pendidikan. Ryamizard mengakui bahwa langkah kariernya di lingkungan militer kerap mengikuti jejak Prabowo. Dari posisi Kepala Staf Brigade (Kasbrig) hingga Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad), keduanya tercatat pernah menduduki jabatan yang sama secara berurutan.
"Saya sangat bangga dengan beliau ini. Beliau Kasbrig, saya mengikuti langkahnya. Beliau Pangkostrad saya mengikuti langkahnya juga. Jadi banyak kesamaan-kesamaan," kenang Ryamizard.
Kebersamaan itu menjadi bagian dari perjalanan dua perwira yang tumbuh dalam satu generasi, sebelum akhirnya menempati posisi strategis dalam sejarah militer Indonesia. Ryamizard sendiri pernah menjabat sebagai KSAD periode 2002–2005, sementara Prabowo kemudian menjadi Menteri Pertahanan dan kini Presiden.
Karier Militer dan Pengabdian Sipil: Dari Kostrad hingga Menhan
Ryamizard Ryacudu memulai kariernya sebagai Komandan Peleton Kodam XII/Tanjungpura setelah lulus dari Akabri pada 1974. Ia kemudian menempati sejumlah posisi kunci, antara lain Panglima Divisi Infanteri 2/Kostrad (1998), Pangdam V/Brawijaya (1999), Pangdam Jaya/Jayakarta (1999–2000), hingga Pangkostrad (2000–2002).
Puncak karier militernya adalah sebagai Kepala Staf Angkatan Darat dari 2002 hingga 2005. Setelah purnatugas, Presiden Joko Widodo memanggilnya untuk mengabdi sebagai Menteri Pertahanan pada 2014–2019. Dalam biografi yang diterbitkan Dinas Sejarah Angkatan Darat, Ryamizard disebut terinspirasi oleh Mahapatih Gajah Mada dan perjuangan ayahnya dalam mempertahankan kedaulatan Indonesia.