GORONTALO — "Ada kebakaran, ada kebakaran gitu lah. Saya kan tinggalnya di atas dekat tanaman dia. Saya langsung turun. Api itu udah warga sudah ada yang nyiramin, saya aja ikut nyiramin sama suami saya," kata Lilis saat ditemui di lokasi, Selasa (2/6/2026).
Upaya warga memadamkan api dengan air dari penampungan rumah masing-masing justru memperbesar kobaran. Menurut Lilis, api cepat membesar karena menyambar kabel-kabel dan tiang listrik di lingkungan padat hunian tersebut.Tabungan untuk Wisuda Anak Ludes
Lilis mengaku tak sempat memikirkan barang-barang berharganya. Ia hanya sempat menarik mukena dan sajadah lalu melemparkannya ke bawah sebelum akhirnya melarikan diri keluar rumah."Saya nggak mikirin barang saya sendiri. Pas api membesar, saya langsung keluar. Sempat narik mukena sama sajadah terus dilemparin ke bawah, habis itu kabur," tuturnya.
Seluruh dokumen penting miliknya hangus. KTP dan dompet tak dapat diselamatkan. Namun yang paling berat adalah ludesnya tabungan yang disimpan di rumah—uang hasil berjualan jamu keliling di sekitar Jakarta Pusat—yang rencananya digunakan untuk biaya hidup sehari-hari sekaligus menghadiri wisuda anaknya di Solo dua minggu lagi."Tabungan ada, lumayan untuk modal sehari-hari. Dua minggu lagi mau pulang kampung, anak mau wisuda di Solo," ucapnya.
Modal Usaha Hangus, Hanya Sepeda yang Selamat
Seluruh perlengkapan dagangan Lilis ikut terbakar. Satu-satunya aset yang tersisa untuk mencari nafkah adalah sepeda yang digunakan berjualan, yang kebetulan diselamatkan tetangga sebelum api menjalar."Hangus semua. Cuma sepeda buat jualan yang selamat karena ditolong tetangga. Saya mau bangkit jualan lagi kalau nanti ada rezeki buat beli alat-alat," katanya.
Kini Lilis dan suaminya terpaksa mengungsi ke rumah saudara di kawasan Serdang. Ia berharap pemerintah segera menurunkan bantuan bagi para korban yang kehilangan tempat tinggal dan sumber penghasilan."Kita berharap banget bantuan pemerintah. Kita sudah habis-habisan begini, nggak punya modal lagi. Punyanya baju nempel di badan doang ini," ujarnya.
"Mudah-mudahan bantuannya segera diturunkan. Soalnya kita benar-benar habis semuanya," imbuhnya.