Anthropic mengumumkan pada Senin (14/4) bahwa mereka telah mengajukan formulir S-1 rahasia ke Securities and Exchange Commission (SEC) AS. Perusahaan yang mengembangkan model Claude ini menegaskan bahwa jumlah saham yang akan ditawarkan dan harga per lembar belum ditentukan, serta bergantung pada kondisi pasar.
Valuasi Tembus Rp 15.400 Triliun, Kini Paling Mahal Sepanjang Sejarah Startup AI
Pekan lalu, Anthropic menuntaskan putaran pendanaan Seri H senilai Rp 1.040 triliun (US$65 miliar), mendorong valuasi pasca-pendanaan perusahaan menjadi Rp 15.440 triliun (US$965 miliar). Angka ini melampaui valuasi terakhir OpenAI yang tercatat Rp 13.632 triliun (US$852 miliar)—rekor sebelumnya untuk startup teknologi pra-IPO.
Dengan valuasi tersebut, Anthropic kini menjadi startup AI paling bernilai di dunia. Langkah IPO yang diambil hanya berselang beberapa hari setelah pengumuman pendanaan itu dianggap sebagai strategi untuk mengunci posisi unggul sebelum OpenAI sempat mengambil alih kembali puncak valuasi.
Claude Code Jadi Senjata Rahasia, Pendapatan Lebih Besar Meski Pengguna Lebih Sedikit
Keputusan Anthropic untuk unggul di pasar IPO bukan tanpa alasan. Produk terbaru mereka, Claude Code—alat coding berbasis AI—telah mendongkrak reputasi perusahaan sebagai penyedia model yang lebih fungsional dibandingkan GPT dari OpenAI. Data internal menunjukkan Anthropic mencatat pendapatan lebih tinggi meskipun basis penggunanya hanya sebagian kecil dari milik OpenAI.
Namun, pendapatan bukan berarti profit. Menurut laporan Wall Street Journal yang mengutip sumber anonim di internal perusahaan, Anthropic baru akan mencatatkan laba operasional kuartalan pertamanya. Tapi sebagai perusahaan privat, angka "laba" itu bisa saja tidak mencakup berbagai pos pengeluaran besar—seperti biaya komputasi awan dan riset.
IPO Bisa Menjadi Ujian Pertama Transparansi Keuangan AI Global
Selama ini, perusahaan AI beroperasi di balik tabir kerahasiaan finansial. Valuasi miliaran dolar tidak pernah diuji oleh laporan keuangan publik. IPO Anthropic berpotensi menjadi jendela pertama yang memperlihatkan kondisi keuangan sesungguhnya dari startup AI papan atas.
Jika dokumen IPO nantinya mengungkapkan angka yang mirip dengan SpaceX—valuasi fantastis di atas kerugian masif—maka gelembung AI yang selama ini dikhawatirkan investor bisa mulai terlihat retaknya. "Penawaran umum perdana ini akan bergantung pada kondisi pasar dan faktor lainnya," tulis Anthropic dalam pengumuman resminya, tanpa memberikan detail lebih lanjut.
Bagi pelaku industri teknologi di Indonesia yang mulai mengintegrasikan model AI seperti Claude dan GPT ke dalam layanan lokal, transparansi finansial Anthropic bisa menjadi acuan untuk menilai keberlanjutan ekosistem AI global ke depan.