Pencarian

Samsung Pamerkan Mockup Fisik HBM5 di Computex 2026, Bawa Sistem Pendingin Baru 'Heat Path Block'

Kamis, 04 Juni 2026 • 01:41:31 WIB
Samsung Pamerkan Mockup Fisik HBM5 di Computex 2026, Bawa Sistem Pendingin Baru 'Heat Path Block'
Samsung memamerkan mockup fisik HBM5 dengan sistem pendingin Heat Path Block di Computex 2026.

Bukan sekadar pameran biasa. Mockup yang ditunjukkan Samsung di booth Computex kali ini adalah representasi nyata dari arsitektur HBM5 yang tengah mereka garap. Yang paling menonjol adalah sistem pendingin terintegrasi yang dinamai Heat Path Block — sebuah solusi thermal yang dirancang langsung di dalam kemasan memori, bukan sekadar heatsink tambahan di luar.

Mengapa Pendinginan Jadi Medan Pertempuran Baru HBM?

Masalahnya sederhana: HBM5 adalah memori dengan kepadatan dan kecepatan transfer data yang jauh lebih tinggi dari generasi sebelumnya. Semakin padat sirkuitnya, semakin besar panas yang dihasilkan. Jika tidak dikelola dengan baik, performa chip AI yang dipasangkan dengan memori ini bisa terhambat — atau bahkan mengalami kerusakan struktural.

Samsung sadar betul akan hal itu. Heat Path Block yang mereka perkenalkan adalah lapisan material konduktif termal yang ditempatkan di antara tumpukan DRAM (dies) di dalam paket HBM. Tujuannya: menyalurkan panas langsung dari inti memori ke bagian atas paket, lalu dibuang ke sistem pendingin server. Ini berbeda dari pendekatan SK hynix yang lebih mengandalkan optimasi proses fabrikasi dan material underfill.

Kompetisi Termal: Samsung vs SK hynix

Persaingan di pasar HBM saat ini tidak bisa dibilang seimbang. SK hynix adalah pemasok utama HBM3 dan HBM3E untuk GPU AI Nvidia, termasuk seri H200 dan B200. Samsung, meski memiliki kapasitas produksi DRAM raksasa, masih tertinggal dalam hal sertifikasi dan adopsi di produk Nvidia.

Dengan HBM5, Samsung mencoba menawarkan diferensiasi teknis. Alih-alih hanya mengejar kecepatan clock atau lebar bus, mereka memilih untuk memecahkan masalah termal sejak dari tahap desain. Heat Path Block adalah bukti bahwa Samsung tidak ingin sekadar menjadi pemain nomor dua — mereka ingin menawarkan solusi yang lebih matang secara rekayasa.

Di sisi lain, SK hynix diprediksi akan tetap mengandalkan teknologi Advanced MR-MUF (Mass Reflow Molded Underfill) yang sudah mereka sempurnakan di HBM3E. Kedua pendekatan ini punya trade-off sendiri: solusi Samsung lebih modular dan bisa diadaptasi untuk berbagai konfigurasi server, sementara SK hynix unggul dalam efisiensi produksi massal.

Dampak untuk Industri AI dan Data Center

Bagi para perancang data center dan hyperscaler — termasuk yang beroperasi di Indonesia — persaingan ini bukan sekadar drama vendor. HBM5 akan menjadi komponen kunci dalam server AI generasi berikutnya. Kemampuan pendinginan yang lebih baik berarti konsumsi daya untuk sistem thermal keseluruhan bisa ditekan, dan keandalan chip dalam operasi 24/7 meningkat.

Belum ada jadwal pasti kapan HBM5 akan masuk produksi massal. Namun, dengan mockup fisik sudah dipamerkan di Computex 2026, Samsung memberi sinyal bahwa mereka serius mengejar jadwal peluncuran yang berdekatan dengan SK hynix. Perlombaan ini baru saja memanas, dan pemenangnya akan menentukan arsitektur server AI di tahun-tahun mendatang.

Bagikan
Sumber: tomshardware.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks