GORONTALO — Pencabutan kredit pajak 30% untuk panel surya residensial (Section 25D) per 31 Desember 2025 oleh pemerintahan Trump sempat dianggap sebagai akhir dari insentif besar-besaran bagi pemilik rumah. Namun, celah hukum tetap terbuka lewat skema safe harbor yang diatur dalam IRS Notice 2018-59 dan Section 48E dari kode pajak federal. Bagi pemilik rumah yang berniat memasang panel surya melalui skema sewa (lease) atau power-purchase agreement (PPA), insentif 30% ini masih bisa dinikmati hingga 4 Juli 2026—tepatnya saat Amerika Serikat merayakan hari jadinya yang ke-250.
Apa Itu Safe Harbor dan Bagaimana Cara Kerjanya?
Safe harbor adalah aturan yang memungkinkan wajib pajak mempertahankan kelayakan atas insentif tertentu dengan menunjukkan komitmen nyata terhadap proyek sebelum tenggat berakhir, meskipun proyek tersebut baru selesai berbulan-bulan kemudian. IRS Notice 2018-59 secara spesifik mengatur dua metode untuk membuktikan dimulainya konstruksi: pertama, memulai pekerjaan fisik yang signifikan (Physical Work Test), dan kedua, memenuhi safe harbor dengan membayar atau menanggung setidaknya 5% dari total biaya proyek (Five Percent Safe Harbor).
Kedua metode ini mensyaratkan kemajuan berkelanjutan (Continuity Requirement) setelah konstruksi dimulai. Bagi pemilik rumah yang ingin memanfaatkan kredit 30% lewat skema sewa atau PPA, perusahaan panel surya yang memiliki sistem tersebut—bukan pemilik rumah—yang akan mengklaim kredit pajak komersial berdasarkan Section 48E. Perusahaan kemudian dapat meneruskan sebagian atau seluruh insentif itu kepada pelanggan dalam bentuk biaya bulanan yang lebih rendah atau bahkan biaya awal yang nol rupiah.
Mengapa 4 Juli 2026 Jadi Batas Kritis?
Meskipun Section 48E secara teknis masih berlaku hingga akhir 2027, banyak perusahaan panel surya memandang 4 Juli 2026 sebagai kesempatan terakhir untuk mengunci kredit penuh 30%. Alasannya terletak pada ketentuan baru dalam undang-undang federal: proyek yang konstruksinya dimulai sebelum 4 Juli 2026 harus siap beroperasi dalam waktu empat tahun kalender. Sebaliknya, proyek yang dimulai setelah tanggal tersebut hanya akan menerima kredit jika siap beroperasi paling lambat 31 Desember 2027.
Jendela Juli-Desember 2027 itu dinilai sangat sempit, terutama jika konflik geopolitik seperti ketegangan di Iran berdampak pada rantai pasok global dan pengiriman komponen panel surya. Dengan kata lain, semakin cepat pemilik rumah memulai proses, semakin besar peluang mendapatkan insentif maksimal.
Skema Sewa dan PPA: Jalan Masuk Terakhir bagi Pemilik Rumah
Perbedaan kunci antara Section 25D yang sudah mati dan Section 48E yang masih hidup terletak pada siapa yang berhak mengklaim kredit. Section 25D hanya berlaku untuk wajib pajak yang memiliki kepemilikan langsung atas sistem PV mereka—artinya pemilik rumah yang membeli panel surya. Section 48E, sebaliknya, adalah kredit investasi bersih komersial yang bisa diklaim oleh perusahaan panel surya yang memiliki sistem tersebut.
Bagi pemilik rumah, skema sewa atau PPA menjadi satu-satunya cara untuk tetap mendapatkan potongan harga. Perusahaan yang mengklaim kredit 30% dapat meneruskannya dalam bentuk pengurangan biaya sewa bulanan atau bahkan menghilangkan biaya awal. Detail transfer insentif ini sepenuhnya tergantung pada kesepakatan antara pemilik rumah dan perusahaan yang dipilih. Intinya, insentif 30% untuk panel surya atap rumah belum sepenuhnya mati—hampir mati, dan bagi yang masih berburu, lebih cepat jelas lebih menguntungkan.