GORONTALO — Antusiasme peserta Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII membuat perhotelan di Gorontalo kebanjiran pesanan. Data terbaru Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Parekrafpora) Provinsi Gorontalo menunjukkan 23 hotel telah penuh, jauh sebelum acara dibuka pada 20 Juni 2026.
Hotel Berbintang Nyaris Penuh, Mana Saja yang Sudah Ludes?
Dua hotel berbintang sudah tak tersedia satu kamar pun. Hotel Yulia dengan kapasitas 43 kamar dan Amaris sebanyak 147 kamar tercatat penuh. Sementara tiga hotel berbintang lainnya—Aston, Fox, dan Grand Q—tingkat keterisian kamarnya sudah di atas 75 persen.
"Dari catatan panitia, dua dari lima hotel berbintang sudah penuh," kata Sekretaris Dinas Parekrafpora Provinsi Gorontalo Romi Moge, Jumat (12/6).
57 Hotel dan Homestay Disiapkan, Rumah Warga Jadi Alternatif
Pemerintah daerah dan panitia telah menyiapkan 57 hotel, penginapan, dan homestay untuk mengakomodasi ribuan tamu. Tak hanya itu, rumah-rumah warga di Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, juga disiapkan sebagai tempat menginap alternatif karena lokasi tersebut menjadi pusat kegiatan PENAS.
Romi memastikan masih banyak pilihan akomodasi di Kota Gorontalo dan sekitarnya yang belum banyak dipesan. "Masih ada puluhan hotel, penginapan, dan homestay yang belum banyak dipesan. Ini menjadi peluang bagi tamu yang ingin mendapatkan tempat menginap selama PENAS berlangsung," ujarnya.
Dampak Ekonomi: Sektor Perhotelan hingga UMKM Ikut Terdongkrak
Pemerintah Provinsi Gorontalo terus memantau perkembangan hunian hotel. Data keterisian kamar akan dibagikan ke organisasi perangkat daerah (OPD) yang mendampingi delegasi dari setiap provinsi guna memudahkan penempatan tamu.
PENAS XVII diperkirakan menjadi salah satu agenda nasional terbesar yang pernah digelar di Gorontalo. Kegiatan ini tak hanya mempertemukan petani dan nelayan dari seluruh Indonesia, tetapi juga diharapkan menggerakkan sektor perhotelan, transportasi, kuliner, serta usaha mikro dan kecil di daerah.