KABUPATEN GORONTALO — Peluncuran Rumah Dilan menjadi agenda utama dalam kegiatan Pokja II TP PKK Provinsi Gorontalo. Program ini dirancang untuk memperkuat peran PKK dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan keluarga.
Nani Ismail Mokodongan menyebut program ini merupakan bagian dari program kerja Pokja II yang berfokus pada pendidikan, keterampilan, dan pemberdayaan ekonomi keluarga. Rencananya, program ini akan dilaporkan kepada TP PKK Pusat sebagai bagian dari agenda nasional.
Mengapa Nama "Rumah Dilan"?
Meski belum dijelaskan secara rinci, peluncuran Rumah Dilan menjadi simbol pusat kegiatan pemberdayaan yang akan dijalankan secara berjenjang. Program ini tidak hanya menyasar masyarakat umum, tetapi secara eksplisit merangkul kelompok disabilitas dan lanjut usia.
"Kita ingin merangkul semua masyarakat yang memang harus kita layani, termasuk anak-anak disabilitas dan para lansia," ujar Nani dalam sambutannya.
Pelatihan Keterampilan dan Kolaborasi Tata Boga
Dalam kesempatan yang sama, peserta juga mengikuti pelatihan keterampilan yang mendukung peningkatan ekonomi keluarga. Salah satu bidang yang didorong adalah tata boga dan kuliner sebagai bentuk pengembangan keterampilan masyarakat.
Pokja II TP PKK Provinsi Gorontalo mendorong kolaborasi di bidang ini. Program tersebut nantinya akan ditindaklanjuti oleh TP PKK kabupaten/kota sesuai kebutuhan daerah masing-masing.
Roadshow ke Seluruh Kabupaten/Kota
Untuk memastikan keberlanjutan program, TP PKK Provinsi Gorontalo berencana melakukan roadshow ke seluruh kabupaten/kota. Kegiatan ini bertujuan memantau pelaksanaan program sekaligus melihat hasil yang telah dicapai di daerah.
Hadir dalam acara tersebut Ketua TP PKK Kabupaten Gorontalo Maryam Pui Mokodongan, jajaran pengurus TP PKK kabupaten/kota, serta sejumlah mitra kerja PKK. Turut pula Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo serta Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Gorontalo.
Nani mengajak seluruh TP PKK kabupaten/kota untuk terus memperkuat sinergi dalam pelaksanaan program pemberdayaan. Kerja sama yang baik dinilai penting untuk memastikan manfaat program dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.