GORONTALO — Berdasarkan rilis resmi BMKG yang diterima redaksi, gempa terjadi pada pukul 14:00:55 WIB. Pusat gempa (episenter) berlokasi di koordinat 3.59 Lintang Selatan (LS) dan 122.32 Bujur Timur (BT), tepatnya di laut pada jarak 25 kilometer arah timur Konawe Utara. Kedalaman gempa tercatat di kedalaman dangkal, meski rilis BMKG tidak menyebutkan angka spesifik kedalaman tersebut.
Skala Guncangan dan Wilayah yang Merasakan
Guncangan gempa dirasakan di wilayah Konawe dengan skala intensitas III Modified Mercalli Intensity (MMI). Pada skala ini, getaran terasa nyata oleh beberapa orang di dalam rumah. Efeknya membuat benda-benda ringan yang digantung bergoyang dan jendela kaca bergetar, namun belum sampai menyebabkan kerusakan bangunan atau korban jiwa.
“Gempa dirasakan Magnitudo: 3,5 pada Selasa, 09 Juni 2026 14:00:55 WIB,” tulis BMKG dalam keterangan resminya. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan lanjutan mengenai kerusakan atau korban dari masyarakat setempat.
Rekapitulasi Aktivitas Seismik Nasional
BMKG mencatat dalam sepekan terakhir, aktivitas seismik di Indonesia cukup tinggi. Tercatat sebanyak 32 kali gempa bumi signifikan yang dirasakan oleh masyarakat di berbagai wilayah. Magnitudo dan kedalaman gempa-gempa tersebut bervariasi, mulai dari gempa kecil hingga gempa menengah.
Gempa magnitudo 3,5 di Konawe Utara ini merupakan salah satu dari rangkaian aktivitas tektonik yang terus dipantau oleh BMKG. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Imbauan dan Langkah Antisipasi
BMKG mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi gempa bumi susulan, meski gempa susulan biasanya memiliki kekuatan lebih kecil. Untuk informasi terkini dan akurat, masyarakat diminta hanya merujuk pada kanal resmi BMKG, baik melalui website, media sosial, maupun aplikasi mobile.
Pihak berwenang setempat juga diharapkan segera melakukan pemantauan lapangan jika ada laporan dampak yang belum terverifikasi. Gempa bumi dengan magnitudo kecil seperti ini sering kali tidak menimbulkan kerusakan, namun tetap menjadi pengingat akan posisi geologis Indonesia yang berada di jalur Cincin Api Pasifik.