BOALEMO — Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail meninjau langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat di Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, Selasa (9/6/2026). Proyek ini merupakan program nasional Presiden Prabowo Subianto dengan anggaran APBN mencapai Rp 240 miliar.
“Jadi sekolah ini merupakan program nasional Pak Prabowo yang diberikan kepercayaannya kepada Pemerintah Kabupaten Boalemo untuk menyiapkan lahan serta mendirikan bangunannya. Saya dan Bupati atas nama masyarakat Boalemo berterima kasih atas alokasi sekolah rakyat ini dari Pak Presiden,” ujar gubernur.
Lahan 9,6 Hektare, Melampaui Standar Sekolah Rakyat Biasa
Sekolah ini berdiri di atas lahan seluas 9,6 hektare, jauh melampaui standar ukuran sekolah rakyat biasa yang hanya berkisar lima hingga enam hektar. Progres fisik pembangunan sekolah berbasis boardingschool atau sekolah berasrama tersebut telah mencapai 68 persen.
Fasilitas yang tengah dikebut meliputi gedung ruang belajar berdaya tampung 30 siswa untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, ruang serbaguna, gedung ibadah, asrama siswa, serta rumah susun (rusun) untuk guru. Kawasan ini juga dilengkapi kantin, lapangan bola, gudang penyimpanan, dapur, serta infrastruktur pompa dan penampungan air.
Target Operasional 20 Juni 2026, 270 Siswa Disiapkan
Gubernur menginstruksikan seluruh fasilitas utama sekolah sudah dapat dioperasikan secara fungsional untuk kegiatan belajar mengajar pada Kamis (20/6/2026). Bupati Boalemo Rum Pagau menjelaskan pemerintah daerah telah menyiapkan 270 siswa yang terdiri dari masing-masing 90 siswa untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.
“Dengan melihat kondisi sekarang, untuk ruang kelas ini bisa dikebut untuk kelas satu, begitu juga dengan para guru juga akan kita siapkan. Pada 20 Juni direncanakan para siswa akan dilakukan tes kesehatan di masing-masing puskesmas. Setelahnya, perlengkapan siswa mulai dari seragam hingga sepatu akan dicek dan disediakan oleh pemerintah hingga mereka siap bersekolah,” ujar Rum Pagau.
Pihak pemda juga menjamin seluruh kesiapan logistik dan kesehatan para calon peserta didik sebelum masuk asrama. Agenda pemantauan ini digelar sebagai langkah persiapan matang, mengingat Sekolah Rakyat tersebut rencananya akan ditinjau langsung oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Kamis (11/6/2026).