GORONTALO — Iberdrola, raksasa energi terbarukan asal Spanyol, resmi mengumumkan PLTS Fénix telah online. Proyek ini tersebar di wilayah Centuripe, Paternò, dan Belpasso, mencakup Provinsi Enna dan Catania di Sisilia. Dengan kapasitas 243 MW, Fénix merebut status PLTS terbesar Italia dari pendahulunya yang hanya 170 MW di Viterbo, Lazio.
Panel Dua Sisi dan Kabel Khusus Sepanjang 35 Kilometer
Fénix menggunakan lebih dari 413.000 panel surya bifacial. Teknologi ini menangkap sinar matahari dari kedua sisi panel, sehingga produksi listrik per meter persegi lebih tinggi ketimbang panel konvensional.
Agar listrik bisa dialirkan, Iberdrola membangun 26 kilometer kabel tegangan menengah dan 9 kilometer kabel tegangan tinggi. Total infrastruktur transmisi mencapai 35 kilometer. Pada puncak konstruksi, lebih dari 500 tenaga kerja dikerahkan.
Listrik Sudah Dikontrak Jangka Panjang oleh Perusahaan Italia
Sebagian besar listrik yang dihasilkan Fénix sudah terjual lewat power purchase agreement (PPA) jangka panjang. Perusahaan-perusahaan Italia pembeli listrik ini bisa mengunci harga energi yang lebih stabil. Bagi Iberdrola, kontrak ini memberikan kepastian finansial untuk membangun proyek sebesar Fénix.
Pendanaan proyek juga mendapat dukungan dari European Investment Bank (EIB).
Sisilia Jadi Pusat Energi Surya Italia, Target 80 GW pada 2030
Italia selatan, khususnya Sisilia, kini menjadi zona utama PLTS skala utilitas. Alasannya klasik: sinar matahari melimpah dan lahan tersedia luas. Saat ini Italia sudah memiliki lebih dari 40 GW kapasitas terpasang panel surya. Target nasional dalam rencana iklim dan energi adalah menggandakan angka itu menjadi 80 GW pada 2030.
Kendala utama tetap ada: perizinan yang lambat dan kemacetan sambungan ke jaringan listrik. Namun, proyek besar seperti Fénix menunjukkan bahwa investasi di selatan Italia mulai bergerak maju.