GORONTALO — Pasar headphone wireless premium kembali memanas. Dua model terbaru Sony, 1000X The Collexion dan WH-1000XM6, baru saja diulas oleh pakar headphone CNET dan langsung merebut posisi puncak daftar headphone over-ear terbaik sepanjang 2026. Meski sama-sama andalan Sony, kedua produk ini punya pendekatan yang berbeda: satu untuk pencari kemewahan, satu lagi untuk performa all-around terbaik.
Sony 1000X The Collexion: Headphone Mewah dengan Harga Fantastis
The Collexion adalah edisi spesial yang dirancang untuk mereka yang menginginkan lebih dari sekadar suara bagus. Sony menyematkan material stainless steel pada rangkanya, driver yang ditingkatkan untuk soundstage lebih luas, serta chip V3 dan Bluetooth 6.0 terbaru.
Dari segi peredam bising dan kualitas panggilan, headphone ini disebut setara dengan yang terbaik di pasaran. Sony juga menambahkan pemrosesan DSEE Ultimate dan mode audio untuk musik, sinema, dan gaming. Sayangnya, semua keunggulan ini dibanderol sangat mahal, jauh di atas WH-1000XM6.
Kekurangan lain: tidak ada dukungan USB-C audio, fitur spatial audio dengan head-tracking hanya berfungsi di perangkat Android, dan daya tahan baterai lebih rendah dari XM6. Jika budget bukan masalah, ini headphone wireless paling mewah yang bisa Anda beli saat ini.
WH-1000XM6: Penerus yang Lebih Matang dan Nyaman
Berbeda dengan The Collexion, WH-1000XM6 hadir sebagai penerus langsung dari XM5 yang legendaris. Sony memperbaiki hampir semua kekurangan pendahulunya. Desain headband dibuat lebih lebar, engsel dual-hinge memungkinkan headphone dilipat dan dimasukkan ke casing yang lebih kecil.
Performa peredam bising disebut best-in-class, berkat chip QN3 yang tujuh kali lebih cepat dari QN1 di XM5. Mode transparansi terasa lebih natural, dan kualitas suara naik kelas dengan detail, kejernihan, serta bass yang lebih baik. Untuk panggilan, enam mikrofon beam-forming bekerja sangat baik meredam suara bising sekitar.
Namun, harganya naik USD 50 (sekitar Rp 825 ribu) dari XM5. Sama seperti The Collexion, tidak ada opsi USB-C audio untuk koneksi digital. Kontrol untuk spatial audio juga dinilai kurang intuitif.
Perbandingan: Mana yang Lebih Cocok untuk Anda?
Bagi pengguna yang sering bepergian, pekerja remote, atau komuter yang menginginkan peredam bising terbaik dan kualitas panggilan nomor satu, WH-1000XM6 adalah pilihan paling logis. Headphone ini unggul di hampir semua aspek dan lebih terjangkau daripada The Collexion.
Sebaliknya, The Collexion ditujukan untuk audiophiles dan mereka yang menganggap headphone sebagai aksesori gaya hidup. Material premium, desain lebih eksklusif, dan suara yang sedikit lebih refined menjadi nilai jual utama, meski harus dibayar dengan harga yang jauh lebih tinggi dan fitur yang lebih terbatas.
Jika Anda sudah memiliki WH-1000XM5, para reviewer menyarankan untuk menunggu diskon sebelum beralih ke XM6. Peningkatannya signifikan, tapi belum cukup untuk membenarkan upgrade di harga penuh.
Kesimpulan: Pasar Headphone Premium Makin Ketat
Persaingan di segmen headphone premium tidak hanya melibatkan Sony. Bowers & Wilkins dengan PX8 S2 dan Bose dengan model terbarunya juga menjadi pesaing berat. Namun, dengan dua model flagship ini, Sony berhasil menguasai dua segmen sekaligus: kemewahan dan performa maksimal.
Untuk pengguna Indonesia yang tech-savvy, kedua headphone ini sudah bisa diincar meski belum ada informasi ketersediaan resmi di pasar lokal. Pastikan untuk membandingkan harga dan fitur sebelum memutuskan, terutama jika Anda mengutamakan kualitas panggilan dan peredam bising untuk bekerja dari rumah.