Pencarian

BPDP Buka Panggung Global untuk UMKM Sawit, Kelapa, dan Kakao Indonesia

Sabtu, 29 Agustus 2026 • 13:07:01 WIB
BPDP Buka Panggung Global untuk UMKM Sawit, Kelapa, dan Kakao Indonesia
Forum internasional di Jakarta mempertemukan produk UMKM sawit, kelapa, dan kakao Indonesia dengan pembeli global.

GORONTALO — Forum yang digelar di Jakarta itu menjadi ajang bagi pelaku usaha kecil menengah untuk mempertemukan produknya dengan pembeli global. Acara yang diinisiasi Kementerian Koordinator Bidang Pangan bersama United Nations Development Programme (UNDP) ini mempertemukan pengusaha dengan perwakilan badan PBB, pemerintah, serta pemangku kepentingan perkebunan dari Indonesia, Malaysia, dan Papua Nugini.

Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, menyebut partisipasi lembaganya dalam forum ini adalah ruang strategis untuk memperkenalkan produk UMKM berbasis perkebunan kepada masyarakat internasional.

"Partisipasi BPDP dalam kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkenalkan beragam produk UMKM yang berasal dari komoditas perkebunan, yaitu kelapa sawit, kelapa, dan kakao, kepada masyarakat internasional," kata Helmi kepada wartawan, Sabtu (29/8/2026).

Mengapa Produk Turunan Jadi Kunci?

Selama ini, sebagian besar komoditas perkebunan Indonesia diekspor dalam bentuk bahan baku. Padahal, jika diolah menjadi produk turunan, nilai jualnya bisa berlipat ganda. Helmi menilai pengembangan produk turunan adalah salah satu cara menciptakan nilai tambah sekaligus memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat.

"Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, kami percaya bahwa komoditas perkebunan Indonesia, terutama kelapa sawit, kelapa, dan kakao, dapat terus tumbuh, memberikan manfaat bagi masyarakat, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan memperkuat kontribusinya terhadap pembangunan nasional," ujarnya.

Lewat forum ini, BPDP juga membuka ruang kolaborasi antara pelaku UMKM dengan berbagai pemangku kepentingan. Tujuannya, pengembangan produk dan perluasan pasar berjalan beriringan.

Bukan Sekadar Jualan, tapi Juga Soal Keberlanjutan

Helmi menambahkan, pertukaran inovasi dalam forum ini penting agar produk perkebunan Indonesia tidak hanya unggul dari sisi ekonomi. Produk juga harus mampu memenuhi tuntutan pasar global terkait aspek lingkungan, sosial, dan keberlanjutan.

"Selain itu, kegiatan ini juga membuka peluang kolaborasi serta pertukaran gagasan yang dapat memberikan manfaat nyata bagi pengembangan sektor perkebunan yang berkelanjutan," jelas Helmi.

Dorongan ini sejalan dengan tren pasar global yang semakin ketat memerhatikan jejak karbon dan praktik ramah lingkungan. Bagi UMKM Indonesia, ini sekaligus menjadi ujian apakah produk lokal mampu bersaing di tengah standar internasional yang tinggi.

Dengan adanya forum ini, BPDP berharap kontribusi komoditas perkebunan terhadap perekonomian nasional semakin terdongkrak. Bukan hanya dari sisi volume ekspor, melainkan dari nilai tambah yang kini mulai digarap serius oleh para pelaku UMKM di tanah air.

Follow gorontalo24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks