GORONTALO — Sebanyak 113 pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Provinsi Gorontalo akhirnya menerima bantuan stimulan mesin dan peralatan produksi senilai total Rp2,825 miliar. Bantuan tahap awal ini menyasar tiga sektor utama: perbengkelan, kerajinan dan menjahit, serta pengolahan pangan, dengan rincian 62 IKM penerima peralatan bengkel, 24 IKM penerima alat kerajinan dan jahit, serta 27 IKM penerima peralatan pangan.
Bantuan Ini Berasal dari Pokok-Pokok Pikiran Anggota DPRD
Dana bantuan merupakan bagian dari APBD Provinsi Gorontalo yang dihasilkan dari kolaborasi eksekutif dan legislatif. Skemanya berangkat dari pokok-pokok pikiran atau aspirasi yang disampaikan anggota DPRD saat penyusunan anggaran, kemudian dieksekusi oleh pemerintah daerah.
Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Idrus M. Thomas Mopili menyampaikan apresiasi langsung kepada Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail. Menurutnya, proses ini berjalan panjang karena harus melalui berbagai tahapan hingga akhirnya sampai ke tangan pelaku usaha.
Alasan Penyaluran Sempat Tertunda
Thomas mengakui realisasi bantuan ini sempat tertunda lantaran kebijakan efisiensi anggaran yang memangkas sejumlah pos belanja pemerintah. Meski demikian, ia menilai Gubernur tetap berkomitmen memenuhi kebutuhan masyarakat di tengah keterbatasan fiskal.
"Semua anggaran itu dipotong. Tetapi dengan berbagai upaya Pak Gubernur bisa menyahuti permintaan masyarakat melalui anggota DPRD," ujarnya saat menghadiri penyerahan simbolis di Kecamatan Limboto, Kamis (3/9/2024).
Ia menambahkan, momen ini patut disyukuri karena bantuan menyentuh langsung kebutuhan pokok pelaku usaha untuk mengembangkan produksi.
"Alhamdulillah setelah sekian lama kita menunggu, hari ini apa yang dijanjikan dan disampaikan oleh beberapa anggota DPRD, kemudian harapan yang diberikan oleh anggota DPRD itu disahuti oleh Pak Gubernur sehingga hari ini bisa terlaksana penyerahan bantuan ini," kata Thomas.
Harapan untuk Pelaku Usaha di Kabupaten Gorontalo
Thomas berharap bantuan peralatan yang diterima tidak berhenti sebagai barang inventaris. Ia mendorong para penerima untuk memanfaatkannya secara optimal demi meningkatkan produktivitas dan memperluas skala usaha.
Penyerahan secara simbolis dilakukan di Kelurahan Boliwangga, yang menjadi perwakilan dari penerima di sembilan kabupaten/kota se-Provinsi Gorontalo. Pemerintah Provinsi berencana menyalurkan bantuan tahap berikutnya menyusul, dengan sasaran kelompok usaha lain yang belum terjangkau pada gelombang pertama ini.