Pencarian

Wagub Gorontalo Idah Syahidah Gagas Kopi Tuli, Dorong Penyandang Tuli Mandiri Secara Ekonomi

Kamis, 24 September 2026 • 13:07:02 WIB
Wagub Gorontalo Idah Syahidah Gagas Kopi Tuli, Dorong Penyandang Tuli Mandiri Secara Ekonomi
Wagub Gorontalo Idah Syahidah menghadiri peringatan Hari Bahasa Isyarat Internasional di SMA Negeri 4 Gorontalo.

Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie menggagas konsep Kopi Tuli sebagai ruang kerja bagi penyandang tuli di provinsi itu. Gagasan muncul setelah Idah melihat sejumlah kafe di Jakarta mempekerjakan penyandang tuli. Pemerintah provinsi juga membuka akses lapak UMKM dan pameran bagi pelaku usaha disabilitas.

GORONTALO — Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie menyampaikan dorongan itu saat menghadiri peringatan Hari Bahasa Isyarat Internasional di SMA Negeri 4 Gorontalo, Rabu. Ia menegaskan keterbatasan tidak seharusnya menghentikan penyandang disabilitas mengembangkan kemampuan dan mengambil peran di tengah masyarakat.

Menurut Idah, pengembangan potensi mesti dibarengi pembukaan akses kerja dan penghasilan yang layak. Salah satu caranya lewat penyediaan ruang usaha yang bisa diakses penyandang tuli.

Dari Kafe Jakarta ke Kopi Tuli Gorontalo

Idah menceritakan pengalamannya berkunjung ke Jakarta dan melihat sejumlah kafe yang mempekerjakan penyandang tuli. Pengalaman itu mendorongnya menggagas Kopi Tuli di Gorontalo.

"Awalnya saya melihat di Jakarta ada kafe yang mempekerjakan teman-teman tuli. Dari situ saya berpikir, kenapa tidak kita kembangkan juga di Gorontalo. Ini menjadi ruang bagi mereka untuk bekerja, berinteraksi, sekaligus mendapatkan penghasilan," ujarnya.

Konsep itu disebutnya sebagai ruang kerja sekaligus tempat interaksi sosial bagi penyandang tuli. Lewat Kopi Tuli, mereka bisa memperoleh penghasilan tanpa harus bergantung pada bantuan.

Lapak UMKM Dibuka di Setiap Pameran Pemerintah

Selain membuka peluang kerja, pemerintah provinsi memberi ruang bagi pelaku UMKM penyandang disabilitas memasarkan produk lewat berbagai pameran dan kegiatan pemerintah.

"Setiap ada pameran atau kegiatan, sebagai pelaku UMKM mereka selalu mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan lapak. Ini menjadi kesempatan bagi mereka untuk mendapatkan penghasilan," kata Idah.

Ia menyebut kesempatan bekerja dan berusaha perlu terus diperluas. Tujuannya agar penyandang disabilitas bisa menunjukkan kemampuan sekaligus berkontribusi dalam kehidupan sosial dan ekonomi daerah.

TVRI dan Alfamart Gorontalo Raih Penghargaan

Pada kegiatan itu, panitia memberikan piagam penghargaan kepada TVRI Gorontalo atas dukungan menghadirkan layanan Juru Bahasa Isyarat (JBI) melalui program Gorontalo Hari Ini. Penghargaan serupa diberikan kepada Alfamart Gorontalo atas kontribusi membuka kesempatan kerja inklusif bagi penyandang disabilitas.

Dukungan kedua pihak menjadi bagian dari upaya memperluas akses informasi dan kesempatan kerja bagi masyarakat tuli di Gorontalo.

Idah berpesan agar penyandang tuli tidak berhenti mengembangkan talenta dan hobi yang dimiliki. "Jangan putus asa. Kalian mempunyai talenta, mempunyai hobi. Kekurangan bukan berarti kalian tidak mampu melakukan apa-apa. Justru kekurangan itu bisa menjadi motivasi bahwa kalian mampu berbuat sesuatu," ujarnya.

Follow gorontalo24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: gorontalo.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks