Pencarian

AS-China Sepakat Pangkas Tarif Impor USD30 Miliar, Redam Perang Dagang

Minggu, 27 September 2026 • 08:34:01 WIB
AS-China Sepakat Pangkas Tarif Impor USD30 Miliar, Redam Perang Dagang
Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping menyepakati pemangkasan tarif timbal balik senilai USD30 miliar dalam pertemuan puncak tiga hari di Washington.

GORONTALO — Amerika Serikat dan China menyepakati pemangkasan tarif timbal balik senilai USD30 miliar atau setara Rp537 triliun dalam pertemuan puncak tiga hari di Washington. Kesepakatan delapan poin itu juga membuka dialog formal soal kecerdasan buatan dan menghidupkan kembali jalur dagang kedua ekonomi terbesar dunia.

Kementerian Luar Negeri China menyatakan pemangkasan tarif berlaku untuk barang-barang non-sensitif senilai USD30 miliar dari masing-masing negara. Dikutip dari Reuters, daftar produk AS yang masuk skema itu mencakup komoditas pertanian, ikan dan makanan laut, kayu, kosmetik, serta alat kesehatan. Dari sisi China, produk yang mendapat perlakuan serupa antara lain peralatan rumah tangga kecil, mainan, dekorasi hari raya, dan kursi keselamatan anak.

Kesepakatan ini lahir setelah pertemuan tiga hari Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Washington. Konsensus mencakup perdagangan, investasi, teknologi, pertanian, dan hubungan ekonomi kedua negara.

Dua Badan Baru untuk Jaga Jalur Dagang

AS dan China mengoperasionalkan U.S.-China Board of Trade yang bertugas membahas perdagangan barang non-sensitif. Kedua negara juga membentuk kelompok kerja khusus untuk mengatasi hambatan akses pasar di sektor pertanian.

Selain itu, dibentuk Board of Investment sebagai saluran resmi membahas peluang investasi dan berbagai hambatan yang dihadapi perusahaan dari kedua negara. Kehadiran dua badan ini memberi kerangka institusional yang sebelumnya tidak dimiliki jalur dagang AS-China.

China Komitmen Impor Batu Bara dan Kedelai AS

Dalam sektor energi, China berkomitmen mengimpor sedikitnya 10 juta ton batu bara dari AS pada 2027 dan jumlah yang sama pada 2028. Komitmen ini menjadi bagian dari upaya kedua negara memperluas hubungan dagang setelah bertahun-tahun diwarnai kenaikan tarif dan pembatasan perdagangan.

Di sektor pertanian, China sebelumnya menyatakan komitmen membeli kedelai AS hingga 25 juta ton per tahun sampai 2028. Realisasi pembelian saat ini masih berada di kisaran 15,5 juta-16 juta ton per tahun, sehingga masih ada ruang sekitar 9 juta ton per tahun yang harus dipenuhi untuk mencapai target tersebut.

Jalan Panjang Setelah Bertahun Tarif Tinggi

Pemangkasan tarif senilai USD30 miliar ini terbilang kecil dibanding total volume perdagangan kedua negara yang mencapai ratusan miliar dolar per tahun. Namun kesepakatan ini menandai pertama kalinya kedua pihak menyepakati pengurangan tarif secara timbal balik setelah periode panjang ketegangan dagang.

Bagi pelaku pasar, sinyal paling penting bukan pada nilai transaksinya, melainkan pada keberadaan mekanisme dialog yang berkelanjutan. Board of Trade dan Board of Investment memberi saluran formal yang bisa mencegah eskalasi tarif baru di masa depan.

Negara-negara mitra dagang di Asia, termasuk Indonesia, akan mencermati apakah kesepakatan ini mengubah pola aliran barang dari China ke AS. Jika sebagian produk China dialihkan ke pasar lain, tekanan kompetisi di pasar ekspor regional bisa meningkat.

Apa yang Perlu Dicermati ke Depan

Realisasi komitmen pembelian batu bara dan kedelai menjadi ujian pertama kesepakatan ini. Kedua komitmen tersebut bersifat jangka panjang hingga 2028, sehingga implementasinya bergantung pada pemerintahan berikutnya di kedua negara.

Kelompok kerja pertanian juga akan menguji seberapa jauh AS dan China bisa menurunkan hambatan akses pasar yang selama ini menjadi sumber sengketa. Tanpa kemajuan di area ini, pemangkasan tarif USD30 miliar berisiko hanya menjadi langkah simbolis.

Follow gorontalo24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ekbis.sindonews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks