GORONTALO — Polisi menggerebek sebuah rumah di kawasan Petojo, Jakarta Pusat, Jumat sore (2/10), dan menangkap tiga orang yang tengah berpesta narkoba. Salah satu tersangka, NI (40), mengaku pernah memperkuat Persija Jakarta pada 2005 dan kini melatih klub di liga keempat Turki.
Penggerebekan dilakukan Unit Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat setelah warga sekitar melaporkan aktivitas mencurigakan di rumah tersebut. Petugas sempat kesulitan masuk karena para tersangka menahan pintu dari dalam sebelum akhirnya dibuka paksa.
Di dalam rumah, polisi mengamankan tiga orang: NI (40), CR (38), dan FP (31). Ketiganya tidak melakukan perlawanan dan bersikap kooperatif saat penangkapan berlangsung.
Tujuh Paket Sabu Ditemukan di Saku Tersangka
Hasil penggeledahan menemukan tujuh paket kristal putih yang diduga sabu-sabu di saku salah satu tersangka. Barang bukti itu kini diamankan untuk penyelidikan lebih lanjut.
Ketiga tersangka langsung dibawa ke kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan intensif. Polisi belum merinci pasal yang akan dijeratkan kepada mereka.
NI Mengaku Pemakai dan Eks Pesepak Bola Profesional
Dalam pemeriksaan awal, NI mengaku sebagai pengguna narkoba. Ia juga menyebut pernah bermain di sejumlah tim Liga Indonesia sebelum beralih profesi menjadi pelatih.
"Saya make juga, dulu eks football player di liga profesional saya banyak tim," kata NI saat diwawancarai Kabar Pagi tvOne.
NI menyebut Persija Jakarta sebagai klub profesional pertamanya pada 2005. Ia mengaku satu angkatan dengan Kurniawan, nama yang akrab di lingkungan sepak bola nasional.
"Awal mula profesional saya di Persija Jakarta (tahun) 2005, iya pas (bareng) Kurniawan," ungkapnya.
Kini Melatih di Liga Keempat Turki
NI bercerita bahwa pekerjaannya sekarang adalah pelatih. Ia mengaku menangani sebuah tim di kasta keempat liga Turki.
"Memang ngelatih pak. Saya di Turki liga 4," bebernya.
Ia juga sempat menyebut pernah melatih tim yang dulu ia bela di awal karier pada 2005. Namun polisi belum memverifikasi klaim tersebut.
Warga Resah, Penangkapan Berjalan Sempat Alot
Laporan warga menjadi dasar penggerebekan. Warga sekitar mengaku resah dengan aktivitas yang berlangsung di rumah tersebut.
Petugas sempat mendapat hambatan saat hendak masuk karena pintu ditahan dari dalam. Setelah dibuka paksa, tidak ada perlawanan berarti dari para tersangka.
Polisi masih mendalami peran masing-masing tersangka, termasuk asal barang bukti dan jaringan yang memasoknya. Hingga berita ini ditulis, penyelidikan masih berjalan.