Pencarian

BEI Minta Klarifikasi MSCI Sore Ini soal Ancaman Status Emerging Market RI

Senin, 19 Oktober 2026 • 13:36:31 WIB
BEI Minta Klarifikasi MSCI Sore Ini soal Ancaman Status Emerging Market RI
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyampaikan jadwal pertemuan daring dengan MSCI pada Senin sore.

GORONTALO — Bursa Efek Indonesia menjadwalkan pertemuan daring dengan MSCI pada Senin (19/10) pukul 15.30 WIB untuk meminta klarifikasi atas pengumuman konsultasi perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi standalone market. Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menegaskan pihaknya tidak menerima peringatan awal atas pengumuman tersebut.

Pertemuan daring dengan Morgan Stanley Capital International digelar di tengah kekhawatiran pelaku pasar atas dampak pengumuman tersebut terhadap aliran dana asing. Jeffrey menyatakan bursa bergerak cepat meminta waktu pertemuan begitu pengumuman MSCI keluar.

"Nanti siang kami akan meeting online dengan MSCI. (pukul) 15.30 (WIB) nanti. Kami segera minta waktu untuk ketemu dengan MSCI. Tentu kami akan menanyakan klarifikasi terkait dengan latar belakangnya," ujar Jeffrey saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Senin (19/10).

OJK dan Investor Global Tak Dapat Peringatan Awal

Jeffrey mengungkapkan pihak bursa, Otoritas Jasa Keuangan, hingga sebagian besar partisipan investor MSCI tidak pernah menyangka pengumuman itu muncul. Menurut dia, tidak ada peringatan awal yang diterima otoritas maupun pelaku pasar.

"Jadi jangankan bursa dan OJK, para partisipan MSCI sebagian besar tidak ada yang tahu. Komunikasi kami dengan para investor global, semuanya tidak tahu dan tidak menyangka juga akan ada pengumuman seperti itu," tuturnya.

Kekhawatiran utama pelaku pasar adalah risiko rebalancing indeks yang bisa memicu arus keluar dana asing dari saham-saham Indonesia. Status emerging market menjadi acuan banyak fund manager global dalam menentukan alokasi portofolio di pasar negara berkembang.

BEI Nilai Indonesia Masih Memenuhi Seluruh Kriteria Emerging Market

Di sisi lain, Jeffrey menegaskan pasar modal Indonesia masih sangat layak berada dalam status emerging market. Penilaian itu, kata dia, bukan hanya klaim otoritas bursa, melainkan juga pandangan investor global yang selama ini berdiskusi dengan BEI.

"Kalau Indonesia layak di emerging, rasanya itu bukan pendapat kami saja. Bahkan para partisipan, para investor global yang berdiskusi dengan kami semua sepakat bahwa Indonesia memenuhi seluruh kriteria untuk berada di emerging market," kata Jeffrey.

Bursa juga merujuk dokumen pendukung MSCI sendiri. Menurut Jeffrey, poin-poin kriteria dalam dokumen tersebut sebenarnya dapat dipenuhi pasar saham dalam negeri, dan pada beberapa aspek posisi Indonesia tercatat lebih baik dibandingkan negara emerging market lain.

Fundamental Emiten Jadi Argumen Utama BEI

BEI menempatkan kinerja emiten sebagai bukti utama. Perusahaan tercatat dinilai masih membukukan keuntungan dan membagikan dividen dengan tingkat yang cukup baik, sehingga prospek pasar modal Indonesia ke depan tetap positif.

"Fundamental perusahaan-perusahaan yang tercatat di bursa itu baik, masih membukukan keuntungan, masih membagikan dividen yang cukup baik. Dengan itu semua, tentu kita punya keyakinan yang sangat tinggi ke depan pasar modal Indonesia akan jauh lebih baik dan punya prospek yang jauh lebih baik," tegasnya.

Bagi investor, hasil pertemuan sore ini menjadi sinyal penting. Klarifikasi MSCI akan menentukan apakah konsultasi berlanjut ke tahap perubahan klasifikasi atau berhenti di tahap penjajakan, dan itu berdampak langsung pada persepsi risiko pasar saham Indonesia di mata dana asing.

Sejumlah analis sebelumnya mencermati bahwa status standalone market akan membuat Indonesia keluar dari indeks acuan utama MSCI, sehingga dana indeks yang selama ini masuk berpotensi dialihkan ke pasar lain. BEI belum merinci jadwal lanjutan setelah pertemuan daring tersebut.

Follow gorontalo24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks