GORONTALO — Final Piala Dunia 2026 mempertemukan dua raksasa sepak bola, Spanyol dan Argentina. Bagi Lamine Yamal, laga ini bukan sekadar perebutan trofi, melainkan panggung untuk membuktikan diri di pentas paling bergengsi.
Sepanjang turnamen, Yamal baru mencetak satu gol dan nihil assist. Angka itu tentu kalah mentereng dibanding Lionel Messi, Kylian Mbappe, atau Jude Bellingham.
Namun, pemain sayap Barcelona itu tetap menjadi ancaman lewat kemampuannya membawa bola. Ia mencatatkan 22 dribel sukses dari 49 percobaan, hanya kalah dari Messi (25 dribel sukses).
"Saya tentu ingin mencetak gol, tetapi saya tidak masuk ke lapangan hanya memikirkan itu. Saya bermain untuk membantu tim," ujar Yamal.
Jika menjebol gawang Argentina, Yamal akan menjadi remaja ketiga yang mencetak gol di final Piala Dunia setelah Pele dan Kylian Mbappe. Prestasi itu makin lengkap jika Spanyol keluar sebagai juara.
Yamal berpotensi menjadi remaja keempat yang tampil sebagai starter dan mengangkat trofi, bergabung dengan Pele, Mbappe, dan Giuseppe Bergomi. Catatan lain yang mengesankan: ia belum pernah kalah dalam 27 pertandingan kompetitif bersama Spanyol.
Gelandang Spanyol Rodri meminta rekan setimnya itu untuk tetap tenang dan tidak memaksakan diri. Menurutnya, kontribusi Yamal dalam membuka ruang sudah sangat berharga.
Spanyol sendiri melaju mulus ke final meski Yamal belum menunjukkan performa terbaiknya. Kini, satu kemenangan memisahkan La Furia Roja dari trofi paling bergengsi di dunia.
"Jika kami menjuarai Piala Dunia, tidak ada yang akan mengingat apakah saya mencetak gol atau tidak. Yang terpenting adalah kemenangan," tegas Yamal.